Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Beras Mulai Ikutan Naik, Penyebabnya Tidak Hanya Distribusi dan Pasokan, Tapi...

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 4 April 2026 | 18:46 WIB
HARGA NAIK: Proses pengepakan beras ke dalam kemasan sebelum didistribusikan ke toko-toko dan warung. (warga/radar sampit)
HARGA NAIK: Proses pengepakan beras ke dalam kemasan sebelum didistribusikan ke toko-toko dan warung. (warga/radar sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga beras yang terjadi di sejumlah pasar di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belakangan ini tidak hanya dipicu faktor distribusi dan pasokan. Lonjakan biaya kemasan turut menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga bahan pangan pokok ini di tingkat pengecer.

Sejumlah pedagang mengungkapkan, harga bahan kemasan seperti karung plastik dan pembungkus mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional, sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual beras.

Amir, salah satu pedagang beras di Sampit, mengatakan kenaikan harga kemasan menjadi beban tambahan yang tidak bisa dihinfdari. Untuk menjaga margin usaha, penyesuaian harga pun harus dilakukan.

“Harga kemasan naik drastis. Mau tidak mau kami harus menaikkan harga beras agar biaya tambahan bisa tertutup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga kemasan kini mencapai sekitar Rp350 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp150. Kenaikan tersebut berdampak signifikan pada harga jual beras dalam berbagai ukuran kemasan.

Untuk kemasan 5 kilogram, misalnya, terjadi kenaikan sekitar Rp1.750 hingga Rp2.000 per sak. Saat ini, beras lokal dijual di kisaran Rp74.900, dari sebelumnya Rp73.000. Sementara itu, kemasan 10 kilogram naik dari Rp145.000 menjadi sekitar Rp149.300.

Menurut Amir, kondisi ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga menyulitkan pedagang. Di satu sisi, daya beli masyarakat, terutama kalangan berpenghasilan rendah, cukup terdampak kondisi ini. Di sisi lain, pedagang harus tetap menjaga keberlangsungan usaha di tengah meningkatnya biaya.

“Kami juga tidak ingin memberatkan pembeli, tapi kalau tidak disesuaikan, usaha bisa terganggu,” katanya.

Para pedagang berharap harga bahan kemasan dapat kembali normal, sehingga harga beras di pasaran kembali terkendali dan lebih terjangkau bagi masyarakat. (yn/sla) 

Editor : Slamet Harmoko
#harga plastik naik #harga beras naik #berakhir #sampit #kotim