Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Keluhkan Macetnya Distribusi Air PDAM di Samuda, Ternyata Penyebabnya Tak Terduga

Usay Nor Rahmad • Senin, 30 Maret 2026 | 12:15 WIB

Air Sungai Mentaya surut di wilayah pipa intake Ramban, menjadi salah satu penyebab distribusi air bersih di wilayah Samuda saat ini macet. (Perumdam Tirta Mentaya)
Air Sungai Mentaya surut di wilayah pipa intake Ramban, menjadi salah satu penyebab distribusi air bersih di wilayah Samuda saat ini macet. (Perumdam Tirta Mentaya)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengeluhkan macetnya distribusi air bersih ke rumah-rumah mereka.

Keluhan datang dari berbagai titik, mulai dari kawasan Samuda Kota hingga Basirih. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari karena aliran yang tidak lancar, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali.

Wiwin, warga Samuda, mengatakan distribusi air di wilayahnya belum juga normal hingga kini.

“Di Samuda Kota, sebelah hilir Masjid Jami, dari sebelum Lebaran sampai sekarang belum jalan juga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mey, warga Basirih Hilir. Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

“Kami di Basirih Hilir dekat SMP sini juga sama, sudah sebulanan ini. Sampai harus pakai jeriken untuk tampung air, dari sebelum Lebaran sampai sekarang,” keluhnya.

Sementara itu, Mala Sari, warga Basirih Darat, mengungkapkan air sempat mengalir, namun dengan debit yang sangat kecil dan dalam waktu terbatas.

“Di Basirih Darat sama saja, paling jalan cuma dua jam. Itu pun kecil sekali, mau dapat satu ember saja sampai setengah jam,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan pelayanan, khususnya di wilayah Samuda.

Menurutnya, gangguan distribusi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kendala pada sistem perpompaan serta kondisi alam yang tidak mendukung.

“Terkait PDAM Samuda, kami terus berupaya melakukan pembenahan terhadap kualitas pelayanan. Kemarin memang ada kendala di perpompaan,” jelas Edy.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan perbaikan, namun terdapat faktor di luar kendali, yakni surutnya air baku di intake Ramban akibat minimnya curah hujan.

“Sampai sekarang kami masih berusaha melakukan pembenahan. Namun ada hal yang tidak bisa kami tangani karena faktor alam. Air di intake Ramban surut sekali akibat tidak adanya hujan, sehingga distribusi air baku terhambat. Kami harus menunggu pasang air agar bisa dimaksimalkan kembali,” tandasnya.

Edy juga mengungkapkan kondisi lain yang memperparah distribusi air, yakni mulai meningkatnya kadar asin pada air sungai saat kemarau.

“Di samping itu juga, kalau tidak hujan, air sungainya sudah mulai asin. Makanya masyarakat mulai heboh. Kami juga sudah bertemu dengan Ibu Camat terkait kondisi ini,” tambahnya.

Warga berharap permasalahan ini segera teratasi, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital, terlebih setelah melewati momen Lebaran yang membutuhkan konsumsi air lebih tinggi. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#PDAM #sampit #kotim #kalteng #distribusi air