Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Presiden OFI Prof Birute Mary Galdikas Berpulang, Dunia Konservasi Orangutan Berduka

Syamsudin Danuri • Rabu, 25 Maret 2026 | 10:51 WIB

Prof. Biruté Mary Galdikas saat pelepasliaran Orangutan beberapa waktu lalu. (Syamsudin/Radar Sampit)
Prof. Biruté Mary Galdikas saat pelepasliaran Orangutan beberapa waktu lalu. (Syamsudin/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabar duka menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Tokoh pelestarian orangutan ternama, Prof. Biruté Mary Galdikas, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 04.30 waktu Los Angeles, Amerika Serikat.

Kepergian Presiden Orangutan Foundation International (OFI) ini menjadi kehilangan besar, khususnya bagi upaya pelestarian orangutan di Kalimantan Tengah khususnya di Kotawaringin Barat.

Semasa hidupnya, Prof. Biruté dikenal luas sebagai sosok yang mendedikasikan diri untuk perlindungan orangutan, terutama di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kiprahnya selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian habitat satwa endemik tersebut sekaligus mengangkat nama daerah di kancah internasional.

Direktur OFI, Dorprawati Siburian, menyampaikan bahwa jenazah almarhumah akan dibawa ke Indonesia sesuai dengan amanah semasa hidupnya.

Saat ini, pihak keluarga dan yayasan masih menunggu proses administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat agar pemulangan jenazah dapat berjalan lancar.

“Jenazah Prof. Biruté akan dibawa ke Indonesia. Kita menunggu pengurusan administrasi di KEDUBES RI di Amerika, semoga semua proses dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Pangkalan Bun, berdampingan dengan mendiang suaminya, Bohap, tokoh masyarakat Dayak dari Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat.

Keinginan tersebut menjadi simbol kuat kecintaan Prof. Biruté terhadap tanah Kalimantan yang telah menjadi bagian besar dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Kabar wafatnya tokoh konservasi ini pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak pihak menyampaikan duka cita serta mengenang jasa-jasanya dalam menjaga keberlangsungan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai salah satu pusat konservasi orangutan dunia.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Prof. Biruté. Dalam apel gabungan bersama ASN di halaman kantor bupati, ia menegaskan bahwa almarhumah merupakan sosok berjasa besar yang telah membawa nama daerah dikenal luas hingga mancanegara.

Pemerintah daerah pun kini menunggu kepastian jadwal kedatangan jenazah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan konservasi tersebut. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
#Orangutan #Prof Birute Mary Galdikas