NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Kristian Rio Ekatama (14), pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bulik Desa Sungkup, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Kamis (19/3).
"Sore kemarin pencarian sempat dihentikan karena sudah gelap. Infonya tadi malam hujan deras. Dan tadi pagi mulai melanjutkan pencarian dari jam 06.00 WIB, " ungkap kepala BPBD kabupaten Lamandau, Hendikel.
Pada pukul 06.40 WIB, tim akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal, terapung di sungai.
Tubuhnya tersangkut ranting pohon di tepi sungai,
kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian pertama korban dilaporkan tenggelam.
"Korban telah dievakuasi ke rumah duka, diserahkan kepada keluarganya," tambahnya.
Diketahui, pada Rabu (18/3) sekitar pukul 06.30 WIB korban bersama-sama temannya berangkat mandi ke Sungai Bulik.
Informasi yang dihimpun, korban sebenarnya bisa berenang, ia bahkan sudah menyeberang sungai beberapa kali sambil bermain dengan teman-temannya.
Namun korban diduga kelelahan, hingga akhirnya tidak sanggup lagi berenang dan tenggelam sekitar pukul 07.00 WIB. Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada warga.
Dalam kurun kurang dari 10 hari terakhir, sudah 3 kejadian orang tenggelam di Kabupaten Lamandau.
Pertama pemancing berusia 51 tahun asal Pangkalan Bun yang tenggelam di Sungai Kinipan.
Kedua pemuda berusia 25 tahun asal Pangkalan Bun tenggelam di Sungai Desa Bayat.
Dan terbaru seorang anak berusia 14 tahun tenggelam di Sungai Bulik, tepatnya di Desa Sungkup.
"Kami mengimbau masyarakat tetap hati-hati saat beraktivitas disungai atau berenang disungai, karena walaupun air sungai surut tetapi masih ada bahaya yang mengintai. Jangan lengah karena keselamatan adalah yang utama," pungkas Hendikel. (mex/sla)
Editor : Slamet Harmoko