KASONGAN, radarsampit.jawapos.com – Warga Desa Tarusan Danum, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan, menuntut pembangunan ulang jembatan ulin yang roboh setelah dilintasi dua truk bermuatan batu milik perusahaan PT Timbul Jaya, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Desa Tarusan Danum, Andria Cundana, mengatakan jembatan tersebut tidak dirancang untuk menahan beban berat.
Kedua truk diketahui masuk ke desa dari arah Desa Tumbang Marak dan diduga mengikuti petunjuk Google Maps.
“Truk masuk ke desa dan melintasi jembatan yang tidak dirancang untuk beban berat hingga akhirnya roboh,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Akibat kejadian itu, satu unit truk terjun ke sungai bersamaan dengan runtuhnya konstruksi jembatan, sementara satu truk lainnya belum sempat melintas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sopir dilaporkan mengalami luka ringan.
Kerusakan jembatan berdampak besar terhadap aktivitas warga. Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung desa, khususnya menuju ladang dan areal perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Warga pun menolak opsi perbaikan sementara. Andria menegaskan, masyarakat mengajukan tiga tuntutan kepada pihak perusahaan. Pertama, jembatan harus dibangun ulang menggunakan kayu ulin seperti kondisi semula. Kedua, seluruh material yang digunakan harus baru. Ketiga, warga menolak perbaikan tambal sulam.
“Kalau diperbaiki, harus dibangun ulang sepenuhnya, bukan tambal sulam,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak perusahaan bersama Dinas Pekerjaan Umum dijadwalkan menggelar mediasi dengan warga Desa Tarusan Danum. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung setelah Idulfitri.
Pemerintah desa berharap pihak perusahaan dapat menunjukkan tanggung jawab dengan segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (ktr-3/sla)
Editor : Slamet Harmoko