Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dari OTT Bupati Cilacap, KPK Gelandang 13 Orang ke Gedung Merah Putih

Slamet Harmoko • Sabtu, 14 Maret 2026 | 23:05 WIB

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggiring 13 orang ke Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/3).

Belasan orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut tiba di kantor KPK pada Sabtu dini hari (14/3) sekitar pukul 02.05 WIB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa seluruh pihak yang dibawa ke Jakarta merupakan mereka yang diamankan langsung di lokasi OTT. Di antara mereka terdapat pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Para pihak yang dibawa tersebut yaitu bupati, sekda, dan para pejabat struktural di lingkungan Pemkab Cilacap,” ujar Budi kepada awak media di Jakarta.

Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Kepastian mengenai status hukum mereka akan diumumkan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Sebelumnya, KPK dikabarkan melakukan OTT di Provinsi Jawa Tengah dan mengamankan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Informasi tersebut juga telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Benar, Cilacap,” kata Fitroh saat dikonfirmasi pada Jumat (13/3).

Fitroh juga mengamini bahwa tim penindakan KPK turut mengamankan Syamsul Auliya Rachman dalam operasi tersebut.

“Benar,” ujarnya singkat.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp12,03 miliar.

Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak dua bidang yang berada di Kabupaten Cilacap dengan nilai sekitar Rp8,15 miliar. Selain itu, ia juga memiliki dua kendaraan, yakni mobil Toyota minibus tahun 2021 dan Toyota SUV tahun 2024 dengan total nilai sekitar Rp1,4 miliar.

Syamsul juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp360 juta, kas dan setara kas sebesar Rp1.295.400.782, serta harta lainnya sebesar Rp1.050.000.000.

Jika ditotal, nilai seluruh aset yang dimilikinya mencapai Rp12.255.400.782. Namun setelah dikurangi utang sebesar Rp215.610.000, total kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp12.039.790.782. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#ott kpk #Bupati Cilacap Samsul Auliya Rachman #Bupati Cilacap di OTT KPK #bupati cilacap ditangkap KPK