SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrilah, nyaris menjadi sasaran amuk massa saat sekelompok warga mendatangi Kantor Camat Mentaya Hilir Utara untuk mendesak penerbitan surat keputusan (SK) ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya.
Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan suasana tegang di dalam ruangan kantor camat yang dipenuhi warga.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah warga menyampaikan tuntutan dengan nada tinggi.
Beberapa orang bahkan berdiri sambil berteriak meminta camat segera menerbitkan SK kepengurusan Gapoktanhut.
Situasi kemudian memanas ketika Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrilah, yang mengenakan baju putih berada di tengah kerumunan warga.
Dalam video terlihat ia diduga mengalami dorongan hingga sempat terjatuh atau terduduk di tengah kerumunan.
Bahkan dalam rekaman terdengar suara menggunakan bahasa daerah yang menyebutkan pakaian camat tersebut sampai robek akibat kericuhan yang terjadi.
Seorang warga yang berada di lokasi menyebutkan situasi saat itu sempat sangat tegang.
Menurutnya, camat bahkan sempat dilempari dari arah kerumunan warga dan nyaris dipukul oleh beberapa orang.
“Situasinya sangat panas. Pak Camat sempat dilempari dan hampir dipukul oleh beberapa orang dari kerumunan warga,” ujar seorang warga.
Dari informasi yang dihimpun, aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok warga yang meminta camat segera menerbitkan SK ketua Gapoktanhut Bagendang Raya untuk Jailani dan kelompoknya.
Namun camat menolak menerbitkan SK tersebut karena dinilai tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain itu, diketahui ada dua kelompok tani (poktan) yang berada di bawah naungan Gapoktanhut Bagendang Raya yang juga menolak hasil pemilihan tersebut.
Sementara itu, Aturiyadi dari Poktan Buding Jaya membenarkan adanya insiden kericuhan tersebut.
Ia mengatakan camat sempat didesak agar menerbitkan SK ketua gapoktan yang dipilih oleh sebagian anggota.
“Pak camat dipaksa membuat SK ketua gapoktan yang hasilnya dipilih oleh sebagian anggota Ramban Jaya. Tapi kalau secara aturan itu tidak memenuhi syarat, Pak. Makanya pak camat awalnya tidak mau menerbitkan SK ketua gapoktan yang dihasilkan mereka kemarin,” ujarnya.
Melihat situasi yang semakin memanas, aparat dari unsur TNI dan Polri yang berada di lokasi langsung turun tangan untuk mengendalikan keadaan serta mengamankan camat dari kerumunan warga.
Di akhir video, Camat Zikrilah terlihat terduduk di lantai dan dikelilingi aparat keamanan serta warga lainnya. Situasi kemudian berangsur kondusif meskipun ketegangan sempat terjadi. (ang)
Editor : Slamet Harmoko