SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan setempat mengimbau pemudik yang melakukan perjalanan saat bulan Ramadhan diimbau untuk mewaspadai risiko microsleep atau takalap saat berkendara.
Kondisi ini merupakan tertidur sesaat yang berlangsung sangat singkat, mulai dari sepersekian detik hingga sekitar 30 detik, namun dapat berakibat fatal ketika terjadi di jalan raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan microsleep berpotensi meningkat selama Ramadhan karena perubahan pola tidur dan aktivitas masyarakat.
Bangun lebih awal untuk sahur serta perubahan jam biologis tubuh membuat banyak pengendara mengalami kelelahan dan kurang tidur.
Selain itu, kondisi puasa juga dapat mempengaruhi konsentrasi pengemudi. Kekurangan cairan atau dehidrasi serta kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan fokus menurun secara drastis.
"Rasa kantuk yang muncul setelah sahur juga sering membuat pengendara memaksakan diri berkendara di pagi hari saat tubuh belum benar-benar segar," ujarnya Rabu (11/3).
Dilanjutkannya, faktor kelelahan fisik turut memperparah kondisi tersebut. Tanpa asupan makanan dan minuman sepanjang hari, tubuh harus bekerja lebih keras sehingga mudah lelah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko microsleep saat berkendara.
Umar memaparkan beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tatapan kosong, sering berkedip, kepala tersentak atau terkantuk-kantuk, sulit memahami informasi di sekitar, hingga tidak mengingat kejadian dalam beberapa menit terakhir saat mengemudi.
Untuk mencegah microsleep, pengendara disarankan mengatur waktu istirahat dengan baik. Tidur lebih awal pada malam hari serta mengonsumsi sahur dengan nutrisi seimbang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar.
"Jika rasa kantuk mulai terasa saat berkendara, pengemudi dianjurkan segera menepi di tempat aman untuk beristirahat. Tidur singkat selama 15–20 menit atau sekadar mencuci muka dengan air dingin dapat membantu mengembalikan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan," sarannya.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik selama Ramadhan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko