PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Sebuah warung kopi (warkop) ukuran 6 x 10 di Jalan Mahir Mahar (Lingkar Luar), Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, terbakar sampai hangus menyisakan puing, Sabtu (7/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Tak sampai 1 jam, api melahap bangunan panggung, terbuat dari kayu ulin dengan dinding papan susun sirih dan atap seng itu.
Peristiwa ini juga menyebabkan pria tua atas nama Eddi Supriyanto (73) mengalami luka bakar. Dirinya terkena sambaran api saat memperbaiki bagian plafon bangunan, ketika kebakaran terjadi. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah satu saksi mata di lokasi, Iwan Junadi (40), mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah warung kopi yang berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya, sebelum api membesar. “Saya sedang di rumah, tiba-tiba ada suara ledakan keras. Begitu keluar rumah, api sudah besar membakar warung kopi,” ujarnya saat ditanyai petugas berwenang.
Saksi ini juga melihat korban (Eddi) berusaha keluar dari dalam warung dengan kondisi api sudah membesar.Di depan bangunan yang terbakar juga terdapat satu unit mobil milik pemilik warung yang sedang terparkir.
Bersama warga lainnya, saksi turut berusaha menyelamatkan kendaraan tersebut dengan mendorongnya menjauh dari lokasi kebakaran. “Kami sempat memindahkan mobil sekitar 20 meter dari warung. Lampu depan dan bumper sempat meleleh karena panas api,” tambah Iwan.
Sementara itu, pemilik warung kopi, Yunitha Suchiyanty (37), diketahui tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah dihubungi oleh warga sekitar.
Jabatan Fungsional Aparatur Sipil Negara (Jafung) Analisis Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Sucipto menjelaskan, dari keterangan korban kebakaran itu, terungkap bahwa dirinya sedang bekerja di dalam warung untuk memasang bagian plafon menggunakan bahan terpal. Namun, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di atas atap bangunan.
“Korban mendengar suara kabel sambungan rumah (SR) jatuh ke atap warung. Ternyata tiang kayu penyangga kabel listrik dari rumah tetangga roboh, kemudian diikuti suara ledakan keras dan api langsung membesar,” beber Sucipto.
Ia melanjutkan, saat kejadian, posisi korban berada di dalam warung yang sebagian pintunya terkunci sehingga sempat kesulitan menyelamatkan diri.Korban hanya sempat keluar dengan kondisi tubuh sebagian sudah terkena panas api.
“Akibat kejadian tersebut, Eddi mengalami luka bakar di dua pergelangan tangan serta telapak kaki kiri. Bahkan topi yang dikenakannya berlubang dan mengerut akibat panas api,” tambah Sucipto.
Tim Emergency Response Palangka Raya melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), Yustinus Exaudi juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan ledakan.
Sementara itu, P.S Kaur Identifikasi Satreskrim Polresta Palangka Raya, Aipda Yuwanda, menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran. “Kami mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Korban luka sudah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan berbahan kayu yang rentan terbakar.
“Api berhasil dipadamkan sekitar 45 menit kemudian.Namun karena bangunan didominasi material kayu, warung kopi tersebut tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar hingga rata dengan tanah,”pungkas Yuwanda. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama