SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur mengerahkan fungsi intelijen untuk memantau ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok di pasaran akibat permainan oknum pedagang maupun pemasok.
Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, pihaknya melalui fungsi intelijen terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun di tingkat distributor.
“Salah satu program dari intelijen adalah memantau kemungkinan kelangkaan bahan pangan dan
peningkatan harga menjelang Lebaran,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang tahun ini yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan bahan pokok oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi kenaikan harga atau kelangkaan barang dinilai rawan dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan lebih besar.
Selain melakukan pemantauan distribusi, Polres Kotim juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di wilayah Kotawaringin Timur.
“Biasanya H-2 kita lakukan lebih intensif, namun setiap hari juga dilakukan monitoring di pasar tradisional maupun di distributor,” katanya.
Ia menambahkan, dalam Operasi Ketupat Telabang tahun ini kepolisian tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan stabilitas kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. (oes)
Editor : Slamet Harmoko