SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memastikan kesiapan armada angkutan laut untuk melayani arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Ada 11 kali pelayaran kapal penumpang disiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, mengatakan pelayaran tersebut berasal dari dua operator pelayaran, yakni PT Pelni dan Dharma Lautan Utama (DLU).
“Tahun ini ada sekitar 11 call kapal yang sudah terjadwal. Jika nanti KM Kelimutu jadi beroperasi, maka akan bertambah dua call lagi sehingga totalnya menjadi sekitar 13 call,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, PT Pelni menyiapkan tiga kapal yang melayani rute dari Sampit, yakni KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu.
Sementara itu, operator Dharma Lautan Utama menurunkan dua kapal, yaitu KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI.
Menurutnya, penambahan pelayaran KM Kelimutu dari PT Pelni masih menunggu hasil uji coba kelayakan kapal atau sea trial yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret.
Apabila kapal tersebut dinyatakan laik laut, maka akan langsung melayani rute menuju Sampit dan menambah jumlah pelayaran selama periode mudik.
“KM Kelimutu rencananya melakukan sea trial pada 9 Maret. Kalau sudah dinyatakan layak, kapal itu akan langsung masuk ke Sampit sehingga menambah jumlah pelayaran,” katanya.
Selain menyiapkan armada, KSOP Sampit juga telah melakukan berbagai tahapan persiapan untuk memastikan keselamatan pelayaran selama arus mudik.
Salah satunya melalui kegiatan ramp check yang dilaksanakan pada akhir Februari untuk memastikan kapal yang melayani rute Sampit–Surabaya dan Sampit–Semarang dalam kondisi laik laut.
“Ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang melayani rute tersebut benar-benar siap dan memenuhi standar keselamatan pelayaran,” jelasnya.
KSOP Sampit juga akan terus memantau perkembangan cuaca dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelang keberangkatan kapal.
“Setiap keberangkatan kapal kami selalu melakukan koordinasi dengan BMKG, bahkan sekitar 45 menit sebelum kapal berangkat untuk memastikan kondisi cuaca aman,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko