Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Malapetaka Datang Menjelang Berbuka Puasa. Dua Motor ‘Adu Banteng,’ Tiga Nyawa Melayang 

Koko Sulistyo • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:45 WIB

Kondisi motor setelah tabrakan 'adu banteng'.
Kondisi motor setelah tabrakan 'adu banteng'.

 

PANGKALAN BUN,radarsampitjawapos.com- Kecelakaan lalu lintas maut dipicu faktor kelalaian pengendara kembali terjadi di Kotawaringin Barat (Kobar), setelah pada Rabu (5/3) peristiwa serupa terjadi di KM 65 Jalan Ahmad Yani, Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, sekitar pukul 02.00 WIB.

Lakalantas kali ini terjadi di Jalan Poros Desa Kumpai Batu Atas (KBA), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) antara dua sepeda motor berlawanan arah, alias adu banteng.

Malapetaka pada Kamis (5/3) itu,  terjadi menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, yakni sekitar pukul 17.35 WIB menjelang senja.

Pasca benturan,  kendaraan terlihat terpental, bersama pengendaranya dalam keadaan rusak parah. Sementara tiga orang yang menaikinya mengalami luka parah di kepala, hingga nyawanya tak tertolong.

Dari keterangan Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat (Kobar) AKP Sugeng mengungkapkan, dua korban tewas yakni inisial NA dan ibunya inisial W, yang menungangi motor Honda Scoopy warna hitam/merah nomor polisi (Nopol) KH 6296 WM. Sebelum tragedi itu terjadi, mereka berdua dalam perjalanan pulang dari memancing.

Kemudian 1 korban tewas lainnya, adalah inisial MA pengendara roda dua yang melaju dari arah Bundaran Pramuka, menunggangi motor Yamaha Nmax putih Nopol KH 5147 WV.

Petugas kepolisian Satlantas Polres Kobar yang menerima laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Dari keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian,  tabrakan terjadi ketika sepeda motor Yamaha Nmax yang dikendarai MA melaju dari arah Bundaran Pramuka menuju Kumpai Batu Atas. Kemudian dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai NA dengan penumpang anaknya W.

Para pengendara itu diduga sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi, dan tak fokus memperhatikan kedatangan kendaraan lain di depannya, secara tiba-tiba.

“Diduga karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan terjadi pada bagian depan kedua sepeda motor,” ungkap Sugeng.

Akibat kerasnya benturan tersebut, penumpang sepeda motor Honda Scoopy berinisial W, mengalami luka berat pada bagian belakang kepala dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Sementara itu, pengendara Honda Scoopy berinisial NA dikabarkan meninggal dunia Jumat 6 Maret 2026 kemari,  menyusul ibundanya inisial W yang meninggal di lokasi kejadian.

Sedangkan pengendara Yamaha NMax berinisial MA, mengalami luka di bagian kepala dan wajah dan dalam kondisi kritis. Nyawanya pun kemudian tak tertolong dan dikabarkan meninggal dunia.

"Setelah mendapat perawatan di RSSI, pengendara N Max juga meninggal dunia," imbuh Sugeng.

Berkaca dari peristiwa ini, dirinya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga kecepatan, serta mematuhi aturan lalu lintas, guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa.

Padahal, sehari sebelumnya, lakalantas pukul 02.00 WIB  di KM 65 Jalan Ahmad Yani, Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, juga menelan korban nyawa seorang remaja.

Kendaraan yang terlibat ‘adu banteng’ itu 1 unit mobil Isuzu Traga warna putih bernomor polisi KH 8761 FV yang dikemudikan ZI (29) dan sepeda motor Honda Vario warna putih tanpa pelat nomor yang dikendarai SY (17).

Akibatnya, korban SY mengalami cedera berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. (tyo/gus)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#adu banteng #kecelakaan maut #berlawanan arah #karang mulya #kecelakaan lalu lintas #Kotawaringin Barat (Kobar) #satlantas #Waktu Berbuka Puasa #malapetaka #Pangkalan Bun #arut selatan