Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dipepet Pria Bermasker, IRT Warga Sampit Nyaris Dijambret Siang Bolong

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 4 Maret 2026 | 20:51 WIB

RAWAN KEJAHATAN: Gerbang masuk Jalan Wengga Metropolitan, Sampit, Rabu (4/3/2026).
RAWAN KEJAHATAN: Gerbang masuk Jalan Wengga Metropolitan, Sampit, Rabu (4/3/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga Sampit, khususnya di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ria warga Perumahan Wengga Ceria, nyaris menjadi korban penjambretan pada Rabu (4/3/2026) siang sekitar pukul 11.45 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat Ria mengendarai sepeda motor dan hendak memasuki gerbang Wengga Metropolitan. Di tengah teriknya cuaca siang hari, ia tidak menyadari sejak awal dirinya telah dibuntuti oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor bebek tanpa plat nomor, mengenakan masker dan jaket.

“Saya dibuntuti dari belakang. Tiba-tiba dia mepet dan teriak ‘Woi’. Saya pikir itu teman saya, karena biasa teman memang manggil begitu. Pakai motor tanpa plat, motornya juga motor pretelan,” ujar Ria saat ditemui Radar Sampit, Rabu (4/3/2026) sore.

Karena mengira panggilan tersebut dari orang yang dikenalnya, Ria memperlambat laju kendaraannya. Namun situasi berubah ketika pria tersebut justru menodongkan sebilah pisau dapur dan meminta tas selempang yang dikenakannya.

“Dia langsung menodongkan pisau dan suruh saya kasihkan tas. Untungnya tas saya pakainya selempang di depan, bukan di samping. Kalau di samping mungkin bisa langsung ditarik dan saya bisa jatuh,” ceritanya.

Ria mengaku saat itu kondisinya kurang fokus karena cuaca sangat panas dan situasi jalanan sangat sepi. Merasa terancam dan pelaku terus memepet, ia nekat menendang sepeda motor pelaku hingga terjatuh.

“Saya refleks saja tendang motornya. Dia sama motornya langsung jatuh. Saya langsung tancap gas masuk ke perumahan,” katanya.

Di sekitar lokasi, seorang pedagang penggilingan pentol sempat melihat pelaku terjatuh dan meneriaki Ria. Diduga pedagang tersebut mengira telah terjadi tabrak lari. Namun Ria memilih menyelamatkan diri lebih dulu.

“Saya kenal dengan pedagang itu. Maksudnya, nanti kalau situasi sudah aman, saya akan jelaskan. Waktu itu saya pikir nyawa saya lebih penting,” ucap ibu tiga anak ini.

Ria menuturkan, kejadian itu bukan kali pertama ia mengalami percobaan penjambretan. Sebelunnya, menjelang Natal 2025 lalu, ia juga hampir menjadi korban aksi serupa.

“Waktu itu dua orang naik motor, pakai masker juga. Tas saya sempat dibaret sampai sobek, tapi karena tasnya tebal, barang-barang tidak sampai diambil. Setelah itu mereka langsung kabur,” ungkapnya.

Menurut Ria, kawasan tersebut belakangan ini tergolong rawan, terutama pada jam-jam sepi. Ia mengaku khawatir karena aksi nekat dilakukan bahkan pada siang hari.

“Ini siang bolong, tapi memang kondisi lagi sepi. Kejadian seperti ini rasanya sudah sering terjadi. Sudah mengkhawatirkan,” katanya.

Ia berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli diwilayah Perumahan Wengga Ceria dan sekitarnya, khususnya pada waktu-waktu rawan.

“Saya minta pihak berwajib bertindak. Pelakunya berani sekali, pakai senjata tajam di siang hari. Ini bisa merugikan dan membahaykan masyarakat,” tegasnya.  (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#kamtibmas #Perumahan wengga #Kota sampit #Kejahatan #penjambretan