SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (1/3/2026).
Api menghanguskan lahan seluas sekitar empat hektare dan nyaris merambat ke permukiman warga yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran.
Berdasarkan laporan Pos Sektor Samuda, api pertama kali muncul di lahan milik seorang warga bernama Abdu.
Kondisi gambut yang kering membuat api dengan cepat menyebar ke area sekitar. Sedikitnya 65 titik api terdeteksi di lokasi kejadian sehingga petugas bergerak cepat melakukan pemadaman.
Personel Pos Sektor Samuda Supianor bersama tim gabungan dari Polsek Jaya Karya, Relawan Api Samuda, serta unsur ketenteraman dan ketertiban kecamatan langsung turun ke lapangan.
Fokus pemadaman diarahkan untuk menahan laju api agar tidak masuk ke kawasan permukiman.
Berkat kerja sama petugas dan relawan, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke rumah warga.
Hingga saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Selain di Samuda, kebakaran lahan gambut juga dilaporkan terjadi di kawasan Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.
Kepulan asap tebal sempat mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim menjelaskan bahwa cuaca panas yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh gangguan cuaca regional, meski wilayah Kotim masih berada dalam periode musim hujan.
“Walaupun masih musim hujan, adanya gangguan cuaca regional membuat kondisi cuaca berubah-ubah. Masyarakat diimbau menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah sakit,” ujar Prakirawati BMKG Kotim, M Inggit Rizki A, Senin (2/3/2026).
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dan mewaspadai potensi kebakaran lahan.
Petugas kembali mengingatkan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan kondisi gambut kering, karena berisiko memicu kebakaran yang mengancam permukiman serta kesehatan warga. (oes)
Editor : Slamet Harmoko