Geger Pagi di Karang Mulya, Mayat Lansia Ditemukan di Kontrakan
Slamet Harmoko• Senin, 23 Februari 2026 | 13:40 WIB
EVAKUASI: Petugas kesehatan dan aparat Polsek Pangkalan Banteng saat menggotong jenazah dari dalam kontrakan menuju ambulans. (Polres Kobar)
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Pagi di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat biasanya berjalan pelan.
Deru kendaraan sesekali melintas, suara pedagang bersahut-sahutan, dan warga memulai aktivitas seperti biasa.
Namun Senin (23/02) pagi itu, suasana berubah menjadi hening dan penuh tanya ketika kabar duka menyebar dari sebuah kontrakan sederhana di sudut desa.
Seorang pria berinisial SO (65), yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang dan tinggal seorang diri, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kontrakannya.
Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Informasi pertama datang dari RI, mantan istri korban, yang menyebutkan bahwa SO memiliki riwayat penyakit asma.
Dalam beberapa waktu terakhir, korban memang lebih banyak beraktivitas sendiri di tempat tinggalnya.
Laporan penemuan itu segera diteruskan ke Polsek Pangkalan Banteng.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah barang di sekitar korban turut diperiksa, termasuk beberapa obat yang ditemukan di samping jasadnya.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dibawa ke RS Sultan Imanudin Pangkalan Bun guna menjalani visum.
Kapolsek Pangkalan Banteng, IPTU Agung Sugiarto, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih menunggu hasil visum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. Terlebih lagi, menurut para saksi, korban sejak hari Jumat tidak terlihat keluar dari barakan,” ujarnya.
Di sisi lain, AO, warga yang tinggal tak jauh dari kontrakan korban, mengaku tidak mencurigai adanya hal ganjil sebelumnya.
“Saya tidak tahu apa-apa. Baru tahu setelah ada yang berteriak dan melihat polisi datang,” katanya singkat.
Kepergian SO menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Karang Mulya. Mereka mengenalnya sebagai sosok yang ramah dan rajin berdagang.
Di mata tetangga, ia bukan hanya pedagang biasa, melainkan bagian dari keseharian desa yang kini terasa berbeda.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban.
Warga pun berharap, apa pun hasilnya nanti, kebenaran segera terungkap dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (*)