SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Aparat Kepolisian tengah menyelidiki dua laporan tindak kejahatan yang terjadi di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (20/2/2026) tadi.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama bulan suci Ramadan.
“Dua laporan itu sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis, Sabtu (21/2/2026).
Anis mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, karena momen Ramadan kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kriminalitas.
"Menjaga kondusivitas Kamtibmas bukan hanya tugas Kepolisian, tetapi tanggung jawab kita semua. Meski patroli sudah ditingkatkan, potensi kejahatan tetap ada. Jadi, mari tingkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Diketahui, dua aksi perampokan terjadi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam pada Jumat (20/2) di lokasi berbeda.
Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB di perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman, Sampit. Korban, Marni (42) dirampok saat sedang tidur seorang diri.
Pelaku diduga masuk dengan cara mematikan aliran listrik rumah sebelum menyerang korban di dalam kamar.
Korban sempat melawan, namun pelaku melukai korban menggunakan senjata tajam dan linggis. Akibatnya, korban luka serius di kepala dan wajah hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Meski terluka, tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang, dan pelaku masih dalam pengejaran Kepolisian.
Selanjutnya, tepat sekitar pukul 13.15 WIB, aksi perampokan kembali terjadi di sebuah gerai agen bank di Jalan HM Arsyad, Sampit. Seorang pria bertubuh tinggi kurus menodongkan senjata tajam kepada admin gerai, Yuniar Tua Kurnia (27).
Di bawah ancaman, korban pun akhirnya menyerahkan uang tunai sekitar Rp 9 juta. Pelaku kemudian melarikan diri melalui bagian belakang gerai, tempat sepeda motor yang digunakan pelaku untuk kabur. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor