Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Makna Shio Kuda Api 2577 Kongzili, Weng Shi Suhardi: yang Mampu Beradaptasi Akan Melaju

Usay Nor Rahmad • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:17 WIB
Pemuka Agama Khonghucu Sampit Weng Shi Suhardi (tengah) saat memimpin Ibadah Er Shi Sheng An menyambut Tahun Baru Imlek di Kelenteng Kong Miao Litang Jalan MT Haryono Sampit, Rabu malam (11/2/2026).
Pemuka Agama Khonghucu Sampit Weng Shi Suhardi (tengah) saat memimpin Ibadah Er Shi Sheng An menyambut Tahun Baru Imlek di Kelenteng Kong Miao Litang Jalan MT Haryono Sampit, Rabu malam (11/2/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 2026 Masehi dimaknai sebagai momentum perubahan dan percepatan.

Tahun ini berada dalam naungan Shio Kuda Api yang secara filosofis melambangkan kecepatan, energi, kekuatan, serta transformasi.

Pemuka Agama Khonghucu Sampit Wen Shi Suhardi menjelaskan, shio kuda identik dengan gerak yang dinamis dan aktif, sementara unsur api melambangkan perubahan serta pembaruan.

Perpaduan keduanya menjadi simbol bahwa mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman akan melangkah lebih maju.

“Shio kuda melambangkan kecepatan, energi, dan kekuatan, sementara api adalah lambang perubahan dan transformasi. Secara filosofis, tahun 2577 Kongzili ini adalah tahun bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan kecepatan perubahan. Yang lambat akan tertinggal,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika kehidupan di era modern menuntut setiap individu untuk sigap menghadapi perubahan, baik dalam pola pikir, teknologi, maupun sosial kemasyarakatan.

Mereka yang mampu menyesuaikan diri akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

“Seperti kuda yang selalu bergerak aktif dan dinamis, serta api yang melambangkan perubahan. Siapa pun yang bisa beradaptasi dengan perubahan itu akan selangkah lebih maju,” jelasnya.

Wen Shi Suhardi juga menyampaikan harapannya agar kondisi bangsa Indonesia ke depan semakin membaik. Ia menilai, kemajuan zaman harus disikapi dengan sikap terbuka, bijak, dan saling mendukung.

“Harapan kita tentu keadaan bangsa ini semakin baik. Bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, merekalah yang akan melaju,” katanya.

Sebagai umat Khonghucu, ia mengaku bersyukur dapat hidup dan berkembang di Kabupaten Kotawaringin Timur. Menurutnya, kehidupan lintas agama di Kotim berjalan harmonis dan kondusif.

Wen Shi Suhardi yang juga tergabung sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kotim menyebut, keberagaman agama di daerah ini menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.

“Di Kotim ini lengkap ada enam agama, dan saya mewakili Khonghucu di FKUB. Saya merasa bahagia karena Khonghucu disamaratakan dengan agama besar lainnya. Tingkat toleransi di Sampit sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hubungan antarumat beragama di Kotim terjalin dengan baik melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Silaturahmi lintas agama rutin dilakukan, termasuk saat perayaan hari besar keagamaan.

“Ketika Natal dan Idulfitri, kami saling bersilaturahmi. Umat Khonghucu juga biasanya menggelar open house, khususnya bagi tamu dari kalangan pemerintahan. Kita hidup berdampingan dan saling mendukung,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan ruang bagi umat Khonghucu untuk tumbuh dan berkembang.

“Sebagai umat minoritas, kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengayomi dan memberi kesempatan yang sama bagi kami untuk berkembang seperti umat lainnya,” tandasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Konghucu #Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili #sampit