Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lagi-Lagi Rampok Beraksi di Kalteng, Tiga Kejadian di Awal Tahun 2026

Koko Sulistyo • Selasa, 10 Februari 2026 | 12:07 WIB
PERAMPOKAN: Panji Trisno (25) syok terduduk di lokasi kejadian usai dirampok, Sabtu (10/1/2026) pagi sekira pukul 08.45 WIB. FOTO IST/RADAR SAMPIT
PERAMPOKAN: Panji Trisno (25) syok terduduk di lokasi kejadian usai dirampok, Sabtu (10/1/2026) pagi sekira pukul 08.45 WIB. FOTO IST/RADAR SAMPIT

Radarsampit.jawapos.com – Lagi-lagi aksi perampokan terjadi di wilayah Kalimantan Tengah (kalteng). Periode Januari-Februari 2026, sudah tiga kali aksi itu terjadi di lokasi berbeda, dengan korban berbeda pula.

Terbaru, Toko Sembako Abimanyu yang berada di RT 18, Simpang L, Jalan Ahmad Yani, Pelingkau, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dirampok pada Minggu (8/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, istri pemilik toko mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat tidak sadarkan diri. Korban diduga dipukul menggunakan benda tumpul oleh pelaku perampokan.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban. Ia merasa curiga karena hingga pukul 22.00 WIB istrinya tidak berada di rumah yang terletak di belakang toko dan bengkel milik mereka.

Saat dicek ke dalam toko, korban ditemukan tergeletak di tengah toko dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka dan darah di bagian wajah serta kepala.

Diduga, perampokan terjadi saat korban hendak menutup toko. Pelaku memukul korban di bagian kepala hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Ironisnya, peristiwa tersebut tidak diketahui oleh warga sekitar maupun pemilik usaha lain yang berada di dekat lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polres Kotawaringin Barat, AKP Muhammad Fachrurrozi, membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

“Benar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Dalam kejadian ini terdapat korban dan pihak keluarga masih dalam proses pembuatan laporan,” ujarnya, Senin(9/2).

Diketahui, Toko Sembako Abimanyu berada di jalur perlintasan antarprovinsi yang cukup ramai dilalui masyarakat setiap harinya.

Toko tersebut menyatu dengan bengkel yang dikelola oleh suami korban. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengetahui barang yang diambil pelaku maupun jumlah kerugian yang dialami korban.

ATM Bank Syariah Indonesia di Pandu Senjaya Dibobol

Sebelumnya, aksi perampokan menyasar Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten (Kobar), Senin (2/2/2026) dini hari.

Pelaku diduga menggunakan mesin las untuk merusak brankas ATM. Setelah berhasil menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dalam pecahan Rp100 ribu, pelaku kemudian membakar mesin ATM tersebut.

Api yang muncul dari mesin ATM sempat mengundang perhatian warga sekitar. Warga kemudian menghubungi kepala desa setempat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Bank BSI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ATM tersebut terakhir kali diisi uang oleh petugas bank pada Jumat (30/1/2026).

Saat kejadian, brankas ATM diduga masih terisi penuh. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi.

Warga Desa Pandu Senjaya, Eva, mengatakan ATM tersebut berada di belakang mess KUD Karya Tani.

Kejadian pertama kali diketahui oleh karyawan KUD, lalu dilaporkan kepada kepala desa dan diteruskan ke pihak bank.“ATM dirusak dengan cara dilas, lalu terbakar. Kondisinya hangus,” ujarnya.

Kapolsek Pangkalan Lada, Iptu Suhartono, mengungkapkan bahwa sejumlah saksi dari pihak BSI telah dimintai keterangan, terutama terkait rekaman kamera pengawas (CCTV).

Ia menambahkan, jumlah uang tunai yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp871 juta. Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku.

“Sementara ini, kami telah memintai keterangan pihak BSI yang berkaitan dengan CCTV,” ungkapnya.

Polsek Pangkalan Lada pun telah melakukan Olah Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemanggilan saksi baik dari pihak Bank Syariah Indonesia maupun dari karyawan KUD Karya Tani.

Namun demikian, belum ditemukan adanya petunjuk yang mengarah kepada para pelaku pembobolan mesin ATM itu.

Iptu Suharto mengatakan, bahwa mereka tidak menemukan petunjuk di lokasi kejadian saat olah TKP."Sementara belum ada petunjuk, kami berusaha kasus ini cepat terungkap," tegasnya, Senin (9/2).

Mereka mengaku sementara ini telah meminta keterangan para saksi dari pihak BSI maupun dari KUD Karya Tani.

Sementara itu diketahui saat pemeriksaan CCTV BSI ternyata CCTV dalam kondisi rusak sejak 3 bulan lalu.

"Untuk CCTV BSI rusak sejak 3 bulan dan tidak bisa merekam, untuk kasus ini sementara masih terus kita lakukan penyelidikan namun belum ada perkembangan," tegasnya.

Toko Abimanyu, di simpang L, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (9/2) (tyo/radar sampit)
Toko Abimanyu, di simpang L, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (9/2) (tyo/radar sampit)

Sebelum kejadian itu, perampokan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pagi sekira pukul 08.30 WIB di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berawal seorang juragan sawit bernama Sumardi warga Bukit Harapan, Parenggean meminta anak buahnya yang bernama Panji Trisno, pria 25 tahun asal Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengantarkan uang replas timbangan sawit.

Panji menunggu bosnya itu di rumah Jalan Padat Karya, Parenggean. Tidak berapa lama datang Sumardi membawa uang tersebut yang disimpan dalam tas ransel. Kemudian tas yang berisi uang Rp551 juta lebih itu kepada Panji.

“Saya menunggu pak Wardi (Suwardi) di rumah. Pak Wardi menyerahkan uang Rp. 551.856.000 yang disimpan dalam tas laptop,” ujarnya.

Pagi itu, dia berangkat ke pabrik dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Panji membawa uang ratusan juta yang disimpan dalam tas.

Di perjalanan, tepatnya di perbatasan PT Sinarmas Parenggean (SMP) dan PT. Katingan Indah Utama (KIU), tiba-tiba dia dihadang satu orang yang berdiri di jalan.

“Saya tidak menaruh curiga, saya mengira orang yang berdiri itu adalah pekerja PT SMP, di dekat belokan saya langsung ditodong senjata api, seperti pistol, saya pun ketakutan dan pasrah aja,” cerita Panji.

Diungkapkannya pula, selain satu orang yang menodongkan pistol, terlihat juga dua orang berdiri dekat pepohonan di rerumputan, satu orang lainnya seperti sedang mengawasi lokasi kejadian.

“Saya waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah, saya ketakutan karena ditodong pistol,” lanjut Panji.

Karena dalam keadaan ketakutan, Panji tidak sempat memperhatikan ciri-ciri para pelaku. Namun sekilas yang sempat diingatnya saat itu adalah satu pelaku yang menodongkan pistol.

“Pelaku yang todong pistol, pakai kaos warna hitam dan celana pendek abu-abu, wajahnya tidak jelas karena tertutup kain slayer,” bebernya.

Atas kasus tersebut, pihak Polres Kotim masih memburu pelakunya yang diduga kuat masih berkeliaran dan berpotensi melakukan aksi serupa secara berpindah-pindah. (tyo/gus)

Editor : Slamet Harmoko
#perampokan #kalteng #rampok