SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membangun jaringan pipa distribusi utama untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kompleks Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang.
Pemasangan jaringan pipa tersebut dilakukan di Jalan Walter Condrad dengan arah distribusi menuju Jalan Hasan Mansur. Pekerjaan itu menjadi bagian dari persiapan suplai air bersih ke kawasan pendidikan yang dibangun pemerintah pusat tersebut.
“Di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, sedang dilakukan pemasangan jaringan pipa distribusi utama ke arah Jalan Hasan Mansyur untuk persiapan Sekolah Rakyat di Kompleks Wengga Metropolitan,” kata Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di Kotim saat ini masih dalam tahap pembangunan. Karena itu, Perumdam Tirta Mentaya bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) serta Dinas Sosial (Dinsos) Kotim bersinergi menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama penyediaan air bersih.
Selain mendukung Sekolah Rakyat, pembangunan jaringan pipa distribusi ini juga bertujuan meningkatkan tekanan air di wilayah Jalan Setia Usaha dan sekitarnya.
Jaringan pipa yang dipasang membentang dari Jalan Walter Condrad hingga sekitar Pasar Al Kamal di Jalan Hasan Mansyur.
“Sementara untuk sambungan dari jaringan utama menuju Sekolah Rakyat, perhitungannya sudah disiapkan oleh Dinas SDABMBKPRKP. Untuk pendanaannya, kemungkinan bersumber dari pemerintah pusat,” jelas Edy.
Ia menegaskan, Perumdam Tirta Mentaya berkomitmen mendukung penuh penyediaan air bersih bagi Sekolah Rakyat sebagai fasilitas pendidikan strategis di Kotim.
Terkait dampak pekerjaan di lapangan, Edy mengakui pemasangan pipa dilakukan dengan sistem galian tanah dan sempat bertepatan dengan kondisi banjir. Namun, pihaknya memastikan galian di depan rumah warga akan diperbaiki kembali setelah pekerjaan selesai.
Selain itu, pemasangan jaringan pipa distribusi tersebut juga sempat menyebabkan gangguan penyaluran air ke rumah warga di sekitar lokasi pekerjaan. Gangguan itu dipastikan hanya bersifat sementara.
“Gangguan distribusi air ini insidentil dan tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Pekerjaan pemasangan jaringan pipa distribusi ini dijadwalkan berlangsung Januari hingga Maret 2026. Pengerjaan dimulai sejak akhir Januari sambil menunggu perizinan dari Dinas SDABMBKPRKP. Jika tidak ada kendala, proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko