Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ekonomi Kalteng Diproyeksi Menguat di 2026. Inflasi Dipatok Kisaran 2,5 Persen

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00 WIB

 

Kegiatan meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dari Bank Indonesia, yang juga diikuti pemangku kebijakan di Kalteng, Rabu (28/1)
Kegiatan meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dari Bank Indonesia, yang juga diikuti pemangku kebijakan di Kalteng, Rabu (28/1)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Ekonomi Kalimantan Tengah pada 2026 diproyeksikan tumbuh lebih kuat, terutama ditopang sektor industri pengolahan dan pertanian melalui percepatan hilirisasi serta peningkatan investasi.

Inflasi daerah juga diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2,5 persen, sejalan dengan target nasional.

Hal itu diutarakan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko di sela peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dari Bank Indonesia dengan tema “Tangguh, Mandiri, dan Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, Rabu (28/1).

Di sisi lain lanjutnya, transaksi ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya sistem pembayaran yang semakin aman dan andal. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal optimisme dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Yuas juga menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, bahwa pentingnya penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat agar setiap program pembangunan berjalan selaras, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sejumlah langkah strategis juga diinstruksikan, di antaranya mendorong peningkatan hilirisasi sektor unggulan di Kalteng. Seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan.

”Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyatakan terbuka bagi investor yang mengembangkan industri hilirisasi batu bara dan kelapa sawit beserta produk turunannya,”papar Yuas Elko.

Sementara itu, Kepala BI Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias menyampaikan pentingnya penguatan sektor melalui peningkatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan perekonomian laiinya.

“Dengan sinergi yang kuat, Kalteng diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, sekaligus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, terdapat tiga pesan utama yang diusung dalam LPI 2025, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS). Melalui laporan tersebut, BI mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun optimisme terhadap prospek perekonomian nasional ke depan.

Setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, Bank Indonesia meyakini perekonomian Indonesia akan semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi  secara nasional diperkirakan meningkat di kisaran 4,7 hingga 5,55 persen di tahun 2026.(daq/gus)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#gubernur Kalteng Agustiar Sabran #bank indonesia #STAF AHLI GUBERNUR #Ekonomi Kalimantan #kalteng #Laporan Perekonomian Indonesia 2025