PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memaparkan kesiapan daerah tersebut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XIII Tahun 2026 dalam ajang Chef de Mission (CdM) Meeting I yang digelar di Aula KONI Provinsi Kalimantan Tengah.
Ketua Harian KONI Kotawaringin Barat Hj. Fatmawati menyampaikan bahwa CdM Meeting I diikuti seluruh KONI kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, serta peserta Porprov yang melibatkan 34 cabang olahraga.
Selain itu, pertemuan tersebut juga menghadirkan 34 Technical Delegate (TD) yang masing-masing ditunjuk oleh setiap cabang olahraga untuk mengawal aspek teknis penyelenggaraan.
“Keberadaan TD sangat penting karena mereka mengoordinasikan sosialisasi peraturan, memimpin technical meeting, serta menjadi penghubung dengan tim keabsahan. Ini menunjukkan Porprov 2026 dipersiapkan secara serius dan profesional sejak awal,” ujar Fatmawati, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, salah satu materi utama dalam pertemuan tersebut adalah pemaparan kesiapan Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah oleh Pemerintah Daerah yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Dalam pemaparan tersebut ditegaskan bahwa Kobar siap dari sisi fasilitas, akomodasi, transportasi, hingga dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melayani seluruh kontingen yang akan datang ke Pangkalan Bun.
“Kobar memiliki sekitar 88 fasilitas akomodasi, mulai dari hotel, losmen, hingga penginapan. Hal ini juga didukung restoran, rumah makan, katering, serta moda transportasi yang lengkap, termasuk jasa travel dan transportasi daring. Potensi wisata menjadi nilai tambah yang akan kami sajikan bagi para kontingen,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kobar, H. Arif Asrofi, menuturkan bahwa CdM Meeting I juga membahas secara mendalam Technical Handbook (THB) yang menjadi pedoman utama pelaksanaan Porprov.
Menurutnya, buku tersebut memuat informasi umum dan teknis, mulai dari persyaratan cabang olahraga dan atlet, ketentuan ofisial, larangan bagi atlet, hingga sistem pendaftaran atlet secara elektronik.
“THB menjadi rujukan bersama agar tidak terjadi perbedaan tafsir di lapangan. Di dalamnya juga diatur teknis pertandingan dan perlombaan, termasuk estimasi jumlah medali yang akan diperebutkan, yakni lebih dari 600 medali. Jumlah ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai penetapan nomor dan kelas pertandingan,” terang Arif Asrofi.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut juga menegaskan peran TD dalam mengoordinasikan aspek perwasitan, dewan hakim, serta prosedur pengajuan protes atlet.
“Penegasan aturan ini penting untuk menjaga sportivitas dan kelancaran pertandingan selama Porprov berlangsung,” imbuhnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pertemuan juga membahas progres pembangunan venue pertandingan yang saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan ditargetkan mulai memasuki pembangunan fisik pada Februari mendatang.
“Dari sisi anggaran, pemerintah provinsi menyampaikan bahwa saat ini masih dalam tahap pengajuan. Diharapkan dalam waktu dekat sudah ada kepastian guna mendukung suksesnya Porprov Kalteng XIII Tahun 2026,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno