Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cuaca Kotim Didominasi Berawan–Hujan Ringan, Hotspot Masih Terdeteksi di Empat Kecamatan

Usay Nor Rahmad • Senin, 26 Januari 2026 | 08:20 WIB

 

Kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 30, Minggu (25/1/2026).
Kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 30, Minggu (25/1/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kondisi cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (26/1/2026) diprakirakan didominasi berawan hingga hujan ringan.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mencatat masih adanya kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah, yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan prakiraan cuaca 24 jam ke depan, akumulasi curah hujan di Kotim berada pada kategori berawan hingga hujan ringan untuk periode 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

Kondisi ini diharapkan dapat sedikit membantu menekan potensi karhutla, meskipun belum cukup signifikan untuk menghilangkan risiko sepenuhnya.

Dari hasil rekapitulasi hotspot selama 24 jam terakhir, tercatat empat titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.

Hotspot tersebut tersebar di Kecamatan Antang Kalang, Cempaga, Mentawa Baru Ketapang, dan Telaga Antang. Seluruh hotspot terpantau dari satelit SNPP dan NOAA-20 dengan radius kemungkinan sekitar 321 meter.

BMKG juga melaporkan, berdasarkan pantauan citra satelit Himawari, arah angin pada 26 Januari 2026 bergerak dari barat laut hingga utara menuju timur. Pola angin ini berpotensi memengaruhi penjalaran asap apabila terjadi kebakaran lahan di wilayah Kotim dan sekitarnya.

Sementara itu, dari analisis citra satelit inframerah yang dilakukan pukul 07.00 WIB, tidak terdeteksi pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim.

Kondisi ini menandakan potensi hujan belum merata, sehingga kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Untuk potensi banjir, BMKG menyebutkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada pada kategori aman hingga rendah pada Dasarian III Januari 2026.

Namun, masyarakat di daerah aliran sungai tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan genangan lokal akibat hujan dengan intensitas tertentu.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan prakiraan tinggi gelombang laut pada 27 Januari 2026 di perairan selatan Kalimantan Tengah berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Kondisi ini relatif aman bagi aktivitas pelayaran kecil, namun nelayan tetap diminta berhati-hati, terutama pada sore hingga malam hari.

BMKG bersama BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap potensi karhutla, serta aktif melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.

Dengan cuaca yang masih fluktuatif, peran aktif masyarakat dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#kecamatan #hotspot #cuaca #sampit #kalteng #kebakaran lahan