SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Petuah orang tua yang kerap mengingatkan anak-anak agar tidak bermain sembarangan pada malam Jumat seolah kembali menemukan relevansinya.
Sebuah insiden nyaris mencelakai seorang anak di Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis malam (22/1/2026).
Sekitar pukul 19.58 WIB, seorang anak mengalami kejadian tak terduga setelah mata kail pancing tersangkut di daun telinga kanannya. Suasana malam yang semula biasa berubah menegangkan bagi keluarga korban.
Tak ingin mengambil risiko, keluarga langsung membawa anak tersebut ke Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim untuk meminta bantuan.
Laporan diterima petugas dan segera ditindaklanjuti oleh tim Rescue Peleton II Regu III yang memulai penanganan sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Hery Wahyudi mengatakan, petugas terlebih dahulu melakukan persiapan peralatan sebelum melepas mata kail yang menancap di telinga korban.
“Saat korban beserta keluarga datang langsung melakukan persiapan dan penanganan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan disampaikan oleh Siswanto dengan korban bernama Maha Restu Cakra Mentaya. Proses evakuasi berlangsung relatif singkat, sekitar 10 menit, dan berhasil diselesaikan pada pukul 20.10 WIB.
“Petugas berhasil melepas mata kail dengan aman. Tidak ditemukan luka serius dan korban tidak perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan,” terang Hery Wahyudi.
Insiden tersebut memang tidak menimbulkan kerugian materiil. Namun, pihak Disdamkarmat Kotim menegaskan, peralatan seperti mata kail pancing memiliki risiko tinggi, terlebih jika berada di sekitar anak-anak.
“Meskipun terlihat sepele, benda tajam seperti mata kail sangat berbahaya. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan peralatan yang berpotensi melukai dan memastikan tidak mudah dijangkau anak-anak,” katanya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan orang tua tetap dibutuhkan, kapan pun dan di mana pun. Terlebih pada malam hari, saat aktivitas anak-anak kerap luput dari pengawasan, petuah lama untuk tidak bermain sembarangan kembali terasa relevan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko