SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus melakukan pengawasan terhadap perangkap beruang madu yang dipasang di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hingga kini, pergerakan satwa dilindungi tersebut belum kembali terdeteksi di sekitar lokasi pemasangan perangkap.
Petugas BKSDA Resort Sampit pada Senin (19/1/2026) melakukan pergantian umpan pada perangkap yang telah terpasang sejak Rabu (14/1/2026) lalu.
Pergantian umpan dilakukan untuk memastikan perangkap tetap efektif menarik perhatian satwa. Umpan yang digunakan berupa buah nanas.
Sejak pemasangan perangkap, pemantauan dilakukan setiap hari oleh petugas. Berdasarkan keterangan warga yang ditemui di lapangan, beruang madu tidak lagi terlihat muncul di sekitar permukiman setelah perangkap dipasang.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa beruang madu telah bergeser sementara ke lokasi lain.
Sebelumnya, Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah menyampaikan bahwa pergerakan beruang madu memang sulit diprediksi dan sering kali hanya berpindah tempat dalam jangka waktu tertentu.
Meski demikian, BKSDA memastikan perangkap tetap ditempatkan di kawasan Perumahan Mahardika, Jalan Bumi Raya I. Rencananya, perangkap akan terus dipasang dan dipantau selama sekitar dua pekan ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
“Jika ada laporan kemunculan di titik lain, kami siap memindahkan perangkap agar penanganan lebih efektif,” ujar Muriansyah sebelumnya.
BKSDA kembali mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan keberadaan atau jejak beruang madu di sekitar lingkungan tempat tinggal. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar. (oes)
Editor : Slamet Harmoko