SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Rasa khawatir masih menyelimuti sanak keluarga Zainudin Husim (67). Seorang pria asal Katingan yang sudah lama bermukim di Desa Bagendang Tengah (Ramban), Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih tak jelas rimbanya.
Anak-anaknya masih cemas menanti kehadiran sang ayah yang sudah lama menghilang tanpa jejak sejak 1 Januari 2026 lalu. Hingga hari ke-19 Senin (19/1), Zainudin masih tak ada kabar sama sekali.
"Sudah ke sana kemari mencari ke hutan ke sungai dan nanya sana sini sama warga kampung, tidak ada yang tahu kabar beliau. Kami sebagai anak sudah berupaya mencari, cemas dan khawatir karena sampai hari ini belum ada titik terangnya," kata Winarni anak kedua dari pernikahannya dengan istri pertamanya.
Zainudin Husim diketahui memiliki delapan anak, empat anak dari istri pertama bernama Saprah yang sudah wafat pada tahun 1993 dan anak keempat lainnya dari istri kedua bernama Halimah yang juga sudah wafat.
"Abah ini aslinya orang Telangkah, Katingan sana. Sudah juga ditelepon keluarga di sana menanyakan kabar, tetapi tidak ada juga Abah ke sana," ujarnya.
Menurut Winarni, Abahnya pada akhir tahun tepatnya Rabu, 31 Desember 2025 masih di rumah keponakannya, Ifit di Ramban. Kemudian, pada Kamis 1 Januari 2026 Zainudin tertangkap kamera CCTV berjalan di sekitar kampung dekat persimpangan pos dan sekitar jam 16.00 WIB sore, Zainudin masih ditemukan oleh keponakannya berjalan ke arah pemakaman umum, jalur 5, Dusun Bunut, Desa Sumber Makmur mengarah ke Jalan HM Arsyad. Dan, sejak saat itu, keberadaannya menghilang tak diketahui.
"Terakhir sepupuku yang melihat Abah sekitar jam 16.00 sore, Kamis 1 Januari 2026. Terakhir beliau mengenakan kaos hitam dan celana selutut berwarna hitam tapi tidak difoto," katanya.
Udun sepupu Winarni yang tinggal serumah dengan Zainudin mengabarkan keesokan harinya pada Jumat (2/1) pagi, bahwa pamannya Zainudin semalaman belum pulang.
"Udun ini yang mengabari pagi-pagi sekali, Abah belum pulang dari malam tadi. Dari hari itu kami sibuk mencari ke sana kemari," katanya.
Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Sampit, serta berkoordinasi dengan Polres Kotim dan tim SAR. Laporan orang hilang resmi tercatat melalui Surat Keterangan Orang Hilang Nomor: B/01/I/2026/KALTENG/RES KOTIM/SEK SUNGAI SAMPIT.
"Lapor ke Polsek itu Sabtu, 3 Januari. Tim SAR juga sudah turun membantu melakukan pencarian masuk pelosok hutan sampai ke sungai belum juga ditemukan," ujarnya.
Winarni menambahkan ayahnya memiliki riwayat pernah tersesat sebelumnya. Beberapa tahun lalu, Zainudin sempat hilang di kawasan hutan Lenggana dan akhirnya ditemukan oleh pemancing, kemudian diantar ke Pelindo sebelum dilaporkan ke Kepala Desa Ramban.
“Ini sudah ketiga kalinya hilang. Beberapa tahun lalu pernah hilang semalaman dibawa orang memancing. Kejadian kedua, jalan kaki sampai ke Pelindo ditemukan kades diantar pulang hari itu juga dan kejadian yang ketiga ini tak ada satu pun warga kampung yang melihat beliau," ujarnya.
Winarni sudah mencoba berbagai cara melakukan pencarian dan menanyakan kepada paranormal untuk menerawang keberadaan ayahnya.
"Ada yang mengatakan dibawa masuk ke alam gaib. Antara percaya, tidak percaya, karena ini di luar nalar manusia. Namanya anak, hanya bisa berusaha mencari tahu dengan harapan Abah bisa ketemu, bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat," katanya.
Saat malam Isra Mi'raj Jumat (16/1) malam, Winarni juga mengabarkan hilangnya ayahnya yang masih hilang.
"Sudah menitip doa sama habib asal Jawa Timur saat malam mengisi acara Isra Mi'raj, dibantu didoakan supaya Abah bisa cepat ketemu," ujarnya.
Winarni menyadari ayahnya memang senang berjalan kaki tak tentu arah. Ayahnya juga cukup dikenal oleh warga kampung.
"Dari dulu memang senang jalan kaki ke sana kemari. Sudah diingatkan jangan jalan jauh-jauh, tapi tak dihiraukan. Memang kalau jalan lumayan jauh, beliau bisa gak ingat jalan pulang. Kadang ingat, kadang lupa," ujarnya.
Winarni juga tak mengekang ayahnya berjalan kaki, selama masih di area kampung.
"Namanya bisa berjalan, masih waras, tidak mengganggu orang, tidak mungkin kami sebagai anak tega mengurung. Kami hanya mengingatkan jalannya jangan jauh-jauh dari rumah," ujarnya.
Zainudin diketahui memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, rambut lurus hitam beruban putih, kulit sawo matang.
"Kami sudah bingung, cemas dan khawatir menanti kabar. Kami berharap Abah bisa lekas pulang ke rumah. Siapapun masyarakat yang melihat beliau agar segera melapor ke kantor polisi atau ke kantor desa terdekat," pungkasnya. (hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama