Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lahan di Ujung Pandaran Terbakar, Hotspot di Kotim Meningkat

Usay Nor Rahmad • Jumat, 16 Januari 2026 | 10:00 WIB

Kebakaran lahan di wilayah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (Kamis (15/1/2026). (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di wilayah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (Kamis (15/1/2026). (BPBD Kotim)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan lahan seluas sekitar 6 hektare di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (15/1/2026), sejalan dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam kurun waktu 24 jam terakhir terdeteksi sejumlah hotspot yang tersebar di beberapa kecamatan.

Hotspot terbanyak terpantau di Kecamatan Teluk Sampit, Desa Ujung Pandaran, disusul Kecamatan Tualan Hulu yakni di Desa Tanjung Jorong. Peningkatan aktivitas panas permukaan ini mengindikasikan tingginya potensi kebakaran, terutama di wilayah dengan lahan terbuka dan vegetasi kering.

BMKG mengklasifikasikan tingkat keparahan hotspot pada kategori rendah hingga menengah, dengan jarak terdekat titik panas berada pada radius sekitar 10 hingga 15 kilometer.

Meski demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan karena dapat berkembang menjadi kebakaran lahan, terlebih di kawasan gambut.

Berdasarkan analisis citra satelit HIMAWARI-8, kondisi cuaca di Kotim terpantau berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hari.

Namun, hujan yang bersifat lokal dan tidak merata dinilai belum cukup efektif untuk menekan risiko kebakaran lahan di seluruh wilayah.

Sebelumnya, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4, sekitar 2 kilometer dari Jalan Provinsi Ujung Pandaran–Sampit.

BPBD Kotim menyebut api diduga dipicu oleh aktivitas manusia dan cepat meluas akibat tiupan angin yang cukup kencang serta karakteristik lahan gambut dan mineral yang mudah terbakar.

"Kebakaran diduga karena adanya aktivitas masyarakat namun belum dapat dipastikan penyebabnya. Pada saat kejadian angin bertiup kencang sehingga api dengan cepat menyebar," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, masih berada pada status waspada hingga siaga terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Status tersebut ditetapkan berdasarkan sejumlah parameter cuaca, seperti suhu udara, kelembapan, dan kecepatan angin.

Selain potensi karhutla, BMKG turut memprakirakan adanya potensi banjir pada Januari 2026. Meski sebagian besar wilayah Kotim masih berada pada kategori aman, masyarakat di daerah rawan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan genangan akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan selalu memantau informasi cuaca terkini.

Upaya pencegahan dini dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#meningkat #hotspot #kebakaran #Ujung Pandaran #kebakaran lahan