Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Jalan Menuju Desa Tumbang Koling Rusak Parah, Listrik Masuk Desa Terhambat

Rado. • Senin, 5 Januari 2026 | 06:00 WIB

 

Kondisi jalan di Desa Tumbang Koling yang rusak parah seperti kubangan lumpur
Kondisi jalan di Desa Tumbang Koling yang rusak parah seperti kubangan lumpur

 

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-  Kerusakan parah ruas jalan menuju Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berbuntut serius.

Jalan yang diduga rusak akibat maraknya aktivitas angkutan berat perusahaan besar swasta perkebunan itu menghambat pengiriman material pembangunan jaringan listrik desa. Sehingga target penyalaan listrik pada bulan April 2026 mendatang terancam molor.

Kondisi jalan berlumpur, berlubang, dan sulit dilalui, sehingga membuat truk pengangkut material kelistrikan kerap tertahan. Padahal, akses jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur distribusi tiang, kabel, dan peralatan listrik menuju desa.

Sekretaris Desa Tumbang Koling, Rio Ardi Oktovius, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di wilayah itu bukan hanya terjadi di satu atau dua titik.

 “Ada 11 titik yang kondisinya sangat parah, sehingga pengiriman material listrik benar-benar terhambat,” ujarnya, Minggu (4/1).

Menurut Rio, kerusakan jalan tersebut sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Namun selama ini luput dari perhatian, karena tetap digunakan oleh kendaraan perusahaan, meski dalam kondisi rusak berat.

“Kondisi jalan ini saya rasa sudah lama rusak. Baru kelihatan sekarang karena ada pengiriman material listrik. Kalau tidak ada proyek ini, kemungkinan jalan tetap dipakai perusahaan meski rusaknya parah,” paparnya.

Dampak dari kerusakan itu terlihat jelas pada progres pembangunan jaringan listrik desa. Dari total kebutuhan 404 batang tiang listrik, hingga saat ini baru 14 batang yang berhasil dikirim ke lokasi.

“Dari total 404 batang tiang, baru 14 batang yang sampai ke desa. Kendalanya jelas karena kondisi jalan rusak,” tegas Rio.
Ia menilai, lambannya distribusi material ini menjadi sinyal serius bahwa persoalan infrastruktur jalan harus segera ditangani jika pemerintah daerah dan PLN ingin mengejar target penyalaan listrik desa pada April mendatang.

Baca Juga: Tak Tahan Lihat Jalan Rusak, Warga Jemaras Kotim Tambal Sendiri Gunakan Ambulans!

Rio pun mendesak Pemerintah Kabupaten Kotim dan dinas teknis terkait agar segera turun tangan secara nyata, bukan sekadar melakukan koordinasi administratif, untuk mengatasi masalah di pedalaman tersebut.

Dirinya juga menekankan pentingnya peran perusahaan perkebunan sawit yang selama ini menggunakan jalan tersebut, sebagai jalur utama angkutan.

“Kami minta perusahaan benar-benar bekerja sama. Jangan ada pembiaran, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, terutama akses listrik desa,” imbuhnya.

Selain itu, tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir turut memperparah kondisi jalan tersebut. Karena itu, Rio meminta perusahaan untuk sementara waktu mengurangi aktivitas angkutan berat, terutama pengiriman CPO dan muatan besar lainnya, hingga jalan yang diperbaiki atau ditimbun benar-benar mengeras.

“Mengingat hujan masih tinggi, kami minta aktivitas angkutan berat dikurangi dulu sampai kondisi jalan stabil. Kalau tidak, perbaikan akan sia-sia,” tegasnya.

Rio menambahkan, Pemerintah Desa Tumbang Koling juga mendorong keterlibatan seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah itu. Diungkapkannya, izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan-perusahaan tersebut berada di wilayah Desa Tumbang Koling, sehingga tanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur tidak bisa dilepaskan.

“Kalau Pemda, dinas terkait, dan empat sampai lima perusahaan bisa berkolaborasi, kami yakin perbaikan jalan bisa cepat selesai dan pembangunan listrik desa tidak lagi terhambat,” pungkasnya.(ang/gus)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Terhambat #tiang listrik #kerusakan jalan #jalan hancur #sampit #cempaga hulu #kotim #jalan berlumpur #listrik masuk desa #Rusak Parah #Tumbang Koling