PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Warga RT 11 RW 001 Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diresahkan oleh keberadaan seekor buaya betina berukuran besar yang bersarang di belakang SD Negeri 1 KBB.
Buaya tersebut bersarang di kawasan rawa dekat perkebunan kelapa sawit milik warga. Keberadaannya dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya para pemilik kebun yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Menanggapi keresahan warga, laporan disampaikan kepada komunitas Kobar Rescue Reptil, yang kemudian berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
“Karena tim BKSDA saat itu sedang melakukan kegiatan pelepasliaran orangutan, kami terlebih dahulu melakukan pengecekan ke lokasi bersama warga yang mengetahui sarang buaya tersebut,” ujar personel Kobar Rescue Reptil, Heru, Sabtu (3/1).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati seekor buaya betina yang tengah menjaga sarangnya. Diduga, di dalam sarang tersebut terdapat telur buaya.
Melihat kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan evakuasi, tiga personel Kobar Rescue Reptil berupaya menjerat buaya dengan peralatan seadanya. Proses penangkapan berlangsung cukup alot.
“Terjadi pergumulan sekitar 30 menit. Kami dibantu rekan-rekan dari BKSDA Kalteng dan KKP hingga akhirnya buaya berhasil diamankan,” jelas Heru.
Setelah buaya dievakuasi, petugas melakukan pemeriksaan pada gundukan sarang dan menemukan sebanyak 55 butir telur buaya.
Buaya beserta telur kemudian diamankan ke Kantor SKW II Pangkalan Bun. Selanjutnya, buaya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau.
Heru mengapresiasi kesigapan warga dalam melaporkan kejadian tersebut. “Beruntung warga cepat melapor, karena buaya betina biasanya sangat agresif saat menjaga telurnya,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno