Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diungkap Kades, Inilah Kronologi Penembakan Versi Empat Warga Kenyala

Rado. • Selasa, 23 Desember 2025 | 12:35 WIB
Ilustrasi penembakan.
Ilustrasi penembakan.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kepala Desa Kenyala, Sahewan Harianto, mengungkapkan kronologi kejadian versi empat warganya yang merupakan tersangka pencurian kelapa sawit.

Menurut Sahewan, empat warga tersebut mengakui baru saja pulang dari mencuri kelapa sawit di area perusahaan hingga akhirnya insiden penembakan itu terjadi.

Kades menyebut saat itu warganya menggunakan sebuah pikap untuk pulang menuju Desa Kenyala. Ketika melintas di perbatasan areal PT KKP 3 dan PT Maju Aneka Sawit (MAS) Estate Bakung Mas, kendaraan berpapasan dengan mobil patroli aparat.

“Di lokasi itu mereka berpapasan dengan mobil patroli. Di dalamnya ada tiga orang anggota Brimob,” ungkap Sahewan.

Menurut pengakuan warganya, penembakan terjadi tepat saat kedua kendaraan berpapasan. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut, aparat melepaskan tembakan ke arah pikap yang ditumpangi keempat warga tersebut.

“Kalau versi warga kami, mereka ditembak di atas pikap saat berpapasan,” kata Sahewan.

Akibat tembakan tersebut, keempat warga mengalami luka tembak di bagian tubuh yang berbeda dan harus mendapatkan perawatan medis.

Namun hingga kini, Sahewan mengaku belum dapat memastikan jenis peluru yang digunakan aparat dalam insiden tersebut.

“Kalau soal proyektil, apakah peluru tajam atau peluru karet, saya belum bisa memastikan. Itu perlu dibuktikan oleh ahlinya, yang pasti tubuh yang terkena itu semua berlubang” ujarnya.

Meski demikian, Sahewan menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan dugaan pencurian yang dilakukan oleh warganya.

Ia menyebut perbuatan tersebut tetap merupakan pelanggaran hukum yang harus diproses sesuai ketentuan.

Baca Juga: Inilah Dugaan Penyebab Polisi Tembak Empat Warga Desa Kenyala di Kebun Sawit Perusahaan

Namun, ia menilai tindakan aparat yang langsung menggunakan senjata api terhadap warga.

“Kalaupun mereka salah, ada prosedur hukum yang harus ditempuh. Bukan langsung diberondong peluru. Ini yang sangat kami sesalkan,” tegas Sahewan. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#Polisi Tembak Warga Kenyala #Penembakan warga kenyala #warga kenyala ditembak polisi #polisi tembak warga