Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ketika Amuk Badai Kecepatan 60KM-100KM Per Jam Melanda Kalteng

Radar Sampit • Senin, 22 Desember 2025 | 11:25 WIB
ilustrasi, Badai Rossby Ekuator yang melanda beberapa wilayah kabupaten di Kalteng dalam beberapa hari terakhir.
ilustrasi, Badai Rossby Ekuator yang melanda beberapa wilayah kabupaten di Kalteng dalam beberapa hari terakhir.

Berpotensi Terjadi sampai Akhir Tahun 

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Cuaca cerah Minggu (21/12) kemarin, berubah menjadi mencekam diselimuti awan pekat dan angin kencang disertai hujan deras, menjelang sore hari. Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) diterpa badai, baik itu di wilayah Seruyan, Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, dan Katingan hingga Palangka Raya.

Badai yang diberi nama Rossby Ekuator itu, jauh-jauh hari sejak November 2025 lalu sudah diprediksi pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bakal menerpa sejumlah wilayah Kalteng.

BMKG mencatat, Gelombang Rossby Ekuator menyebabkan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di beberapa kawasan.Efek ini meningkatkan dorongan udara naik, sehingga memicu tumbuhnya awan-awan konvektif berpotensi hujan lebat.

Selain itu, anomali suhu muka laut (SST) di perairan selatan Kalteng juga terpantau memanas. Kondisi ini meningkatkan penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer. Ditambah dengan kelembaban yang cukup basah dan labilitas lokal yang kuat, atmosfer Kalteng kini berada dalam kondisi sangat mendukung terbentuknya cuaca ekstrem skala lokal.

Akibat kombinasi faktor-faktor tersebut, sejumlah wilayah di Kalteng akan mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kotim dan Kobar menjadi wilayah yang nampaknya paling terdampak badai itu, kemarin. Di Kota Sampit, sekitar setengah jam badai itu berlalu, disertai hujan deras dan kilatan petir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam menungkapkan, pihaknya mencatat, pohon tumbang terbesar terjadi di Jalan Kapten Mulyono dan menimpa atap salah satu bangunan toko. Beruntung, bangunan tersebut sedang tidak beroperasi sehingga tidak ada korban. Pohon tumbang itu berada tepat di sebelah sebuah kedai kopi yang biasanya ramai pengunjung.

“Evakuasi pohon ini membutuhkan penanganan ekstra karena ukurannya cukup besar,” katanya.

Tim gabungan dari BPBD Kotim, petugas pemadam kebakaran, dan instansi terkait bergerak cepat. Dengan peralatan seadanya, mereka menyingkirkan batang-batang pohon yang melintang di jalan demi memulihkan akses dan memastikan keselamatan warga.

Selain itu, BPBD mencatat beberapa titik pohon tumbang lain, yakni di Jalan Cristopel Mihing, Jalan Mangga 4, serta Jalan Manggis 5B. Selain itu di Jalan Samekto, Jalan Walter Condart dan Baamang Hulu.

Badai dilaporkan juga merubuhkan atap salah satu bangunan di kawasan terowongan Nur Mentaya, Jalan Tjilik Riwut Sampit.

Diungkapkannya, hujan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dengan kecepatan terkonfirmasi dari BMKG mencapai 60 kilometer per jam.

Multazam menjelaskan, fenomena angin kencang ini dipengaruhi oleh aktivitas cuaca ekstrem di wilayah selatan Laut Jawa. Bahkan di kawasan tersebut terpantau adanya pusaran angin dengan kecepatan mencapai 100 kilometer per jam, yang memberikan dampak tidak langsung ke sejumlah daerah di Kalteng. Kecepatan badai tersebut menjadi yang terkuat sepanjang tahun 2025 di wilayah Kotim.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi hingga akhir tahun.

Selain itu, Multazam juga meminta pemilik bangunan dan fasilitas umum untuk memeriksa kembali kekuatan atap serta struktur bangunan, khususnya sekolah, perkantoran, dan tempat usaha, guna m eminimalkan risiko kerusakan saat terjadi angin kencang.

Terpisah, di wilayah Kobar, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat dibuat sibuk oleh tumbangnya puluhan pohon akibat badai Rossby Ekuator, sejak Jumat (19/12). Sampai kemarin, sudah tiga hari institusi berseragam orange ini berada di lapangan untuk membersihkan dan mengevakuasi pohon-pohonnya yang tumbang dengan berbagai ukuran.

"Sudah tiga hari ini kami berada di lapangan, istirahat makan dan minum selama 15 menit kami lakukan di lapangan, setelah itu kami lanjut lagi, karena jumlah pohon yang tumbang sangat banyak," kata personel BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, Minggu (21/12).

Menurutnya dalam tiga hari, total ada 14 lokasi yang harus mereka datangi, dengan jumlah pohon yang tumbang mencapai 23 pohon dengan berbagai ukuran, dan mayoritas berdiameter besar.

TRC BPBD Kobar tidak bekerja sendiri, mereka dibantu unsur dari TNI, Polri, PLN, Telkom dan relawan IEA, serta didukung oleh peralatan seperti gergaji mesin dan alat lainnya.

Evakuasi dan pembersihan pohon terkendala pohon yang cukup besar dan rimbun, serta arus lalulintas yang padat, sementara untuk alat pemotong (chainsaw) memadai.

Sementara itu di wilayah Seruyan, badai pada Jumat (19/12) sore juga menyebabkan tumbangnya pohon besar tumbang di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Islamic Center Kuala Pembuang. AKibatnya seorang pengendara sepeda motor bernama Iskandar Safari mengalami luka ringan, dan sempat dilarikan ke RSUD Kuala Pembuang.

Selain itu di Lamandau, Kepala Pelaksana BPBD setempat, Hendikel menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi ini. Menurutnya, seluruh personel dan peralatan pendukung telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari kita semua. Mulai dari pengamanan wilayah, optimalisasi pelayanan publik, hingga kecepatan respons di lapangan saat terjadi bencana," ujarnya.

Hendikel menambahkan,  Lamandau kini memperketat pemantauan di titik-titik rawan, seperti kawasan bantaran sungai yang rentan banjir dan wilayah dengan tegakan pohon tinggi yang rawan tumbang akibat angin kencang.

"Kami memastikan personel reaksi cepat (TRC) siap sedia 24 jam. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar informasi peringatan dini bisa tersampaikan hingga ke tingkat desa secara real-time," pungkasnya.

Dirinya juga menghimbau masyarakat, agar hindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Dan meminta kesadaran masyarakat juga memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah serta memastikan saluran drainase tidak tersumbat sampah.  Selain itu segera melapor ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

Anggota DPRD Kotim Marudin,turut menyoroti banyaknya pohon besar dan sudah berusia tua di sepanjang jalan protokol, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum yang perlu segera dipangkas demi keselamatan warga.

“Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bahaya. Kami melihat masih banyak pohon yang terlalu rimbun dan rawan patah ketika angin kencang. Ini harus segera diantisipasi agar tidak menimbulkan korban,” imbuhnya, kemarin.

Marudin pun meminta pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan dinas lainnya, untuk melakukan pendataan sekaligus pemangkasan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko tumbang. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi kejadian.

“Jangan menunggu sampai ada korban atau kerusakan fasilitas umum baru bertindak. Pemeliharaan dan pemangkasan pohon harus dilakukan secara rutin dan terencana,” pungkasnya. (yn/oes/tyo/mex/ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#pohon tumbang #katingan #BMKG #PALANGKA RAYA #Kalimantan Tengah (Kalteng) #Kotawaringin Barat (Kobar) #Kotawaringin Timur (Kotim) #sampit #Kuala Pembuang #hujan deras #Badai Rossby #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #angin kencang #Pangkalan Bun #awan pekat