PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bidang Bina Marga (BM), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mencatat sebanyak 61 besi penutup trotoar atau manhole hilang diduga akibat pencurian. Puluhan manhole tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan utama di dalam Kota Pangkalan Bun.
Hingga kini, nilai kerugian akibat hilangnya fasilitas umum tersebut belum dapat dipastikan. PUPR Kobar belum melakukan perhitungan kerugian secara rinci karena pendataan masih berlangsung.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kobar, Suradi, mengatakan berdasarkan data sementara, manhole yang hilang tersebar di tujuh ruas jalan utama.
“Untuk sementara baru tujuh ruas jalan yang sudah kami data. Namun secara keseluruhan di wilayah Pangkalan Bun belum diinventarisasi sepenuhnya, dan nilai kerugiannya juga belum kami hitung,” ujar Suradi, Sabtu (20/12).
Suradi merinci, di Jalan Pra Kusumayudha tercatat satu manhole berukuran 0,90 x 0,75 sentimeter hilang.
Di Jalan Hasanuddin, sembilan manhole berukuran 0,75 x 0,95 sentimeter dan tiga manhole berukuran 0,68 x 0,68 sentimeter dilaporkan hilang.
Selanjutnya, di Jalan Sutan Syahrir terdapat lima manhole berukuran 0,65 x 0,65 sentimeter yang hilang.
Di Jalan H Moan, lima manhole berukuran 0,95 x 0,65 sentimeter juga dilaporkan raib. Sementara itu, di Jalan Iskandar tercatat kehilangan terbanyak, yakni 23 manhole berukuran 0,45 x 0,45 sentimeter.
“Selain itu, di Jalan Utama Pasir Panjang terdapat satu manhole yang hilang. Di Jalan HM Rafii, tercatat 13 manhole berukuran 0,60 x 0,55 sentimeter dan satu manhole berukuran 0,70 x 0,80 sentimeter yang juga hilang. Total keseluruhan mencapai 61 unit,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Suradi menegaskan pihaknya akan mengganti manhole yang hilang dengan desain baru berbahan besi cor cetak, dilengkapi logo khas daerah.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemasangan CCTV di ruas-ruas jalan arteri guna mengantisipasi pencurian serupa,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko