Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Dramatis, Ular Kobra Masuk Permukiman di Palangka Raya Melawan saat Ditangkap

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 12 Desember 2025 | 08:25 WIB
SEMPAT MELAWAN: Tim Damkar Palangka Raya menangkap seekor ular kong kobra yang masuk ke permukiman warga di Jalan Buluh Marindu km 4, Kamis (11/12).
SEMPAT MELAWAN: Tim Damkar Palangka Raya menangkap seekor ular kong kobra yang masuk ke permukiman warga di Jalan Buluh Marindu km 4, Kamis (11/12).

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Suasana tenang di Jalan Buluh Marindu km 4, Cilik Riwut, mendadak berubah mencekam.

Seekor king kobra sepanjang sekitar tiga meter tiba-tiba muncul di lingkungan rumah warga, Kamis (11/12/2025).

Ular berbisa mematikan itu pertama kali terlihat istri pemilik rumah saat membantu suaminya membersihkan alat sablon di area belakang rumah yang masih dipenuhi rumput.

Satwa liar dengan patukan berbahaya tersebut berhasil ditangani Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya.

Aksi cepat tim kembali membuktikan kesiapsiagaan petugas dalam menangani ancaman satwa liar sekaligus memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, ular diduga datang dari lahan rumput di belakang rumah.

Saat istri pelapor membawa alat sablon ke dapur, king cobra itu tiba-tiba melintas cepat menuju sisi samping rumah dan mengarah ke garasi.

Melihat ukuran ular yang besar dengan diameter sekitar dua inci, istri pelapor langsung panik dan segera memberi tahu suaminya.

Sang suami sempat berusaha menangkap ular dengan alat seadanya. Namun, ular tersebut bergerak agresif dan bersembunyi di tumpukan barang kerja di bagian depan rumah.

Menilai risikonya sangat tinggi, pelapor akhirnya memilih melapor ke Tim Rescue Damkar.

”Laporan ini kami kategorikan darurat tinggi karena king kobra termasuk spesies berbisa yang sangat berbahaya,” ungkap Sucipto.

Dia menambahkan, mengingat ancaman terhadap keselamatan warga, Damkar membagi personel menjadi dua regu. Salah satu regu langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di tempat, pelapor sudah menunggu sambil terus mengawasi titik terakhir keberadaan ular untuk memastikan satwa berbahaya itu tidak berpindah.

Setelah menerima keterangan lengkap, Tim Rescue segera melakukan penyisiran. Situasi mendadak tegang ketika kepala king cobra tiba-tiba muncul dari balik tumpukan barang.

Ular itu langsung mengambil posisi menyerang. Kepala mendongak tegak sekitar 60 sentimeter dan leher mengembang lebar, ciri khas peringatan king cobra saat merasa terancam.

”Begitu melihat ular mengambil posisi siap menyerang, kami tidak punya banyak waktu. Alat jepit khusus langsung diarahkan untuk menahan pergerakan kepalanya,” kata Sucipto.

Ular sempat melakukan perlawanan dengan menggetarkan tubuh panjangnya. Namun, tim berhasil menjaga jarak aman sambil menunggu cobra tersebut melemah.

Setelah situasi lebih terkendali, ular diangkat secara hati-hati dan dimasukkan ke dalam karung plastik tebal khusus penanganan satwa liar.

”Untuk mencegah potensi bahaya lanjutan, ular king cobra itu kemudian dilepasliarkan ke habitat alami jauh dari permukiman penduduk,” tuturnya.

Sucipto mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri ular berbisa besar semacam ini.

”Kesalahan kecil bisa fatal. Segera hubungi petugas apabila menemukan ular berbahaya di lingkungan rumah,” tegasnya. (daq/ign)

Editor : Gunawan.
#PALANGKA RAYA #ular kobra #damkar