Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cuaca Ekstrem masih Terus Berlangsung di Wilayah Kotim

Heny Pusnita • Senin, 8 Desember 2025 | 22:35 WIB
Banjir ROB yang masuk ke dalam rumah warga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Minggu (7/12) malam
Banjir ROB yang masuk ke dalam rumah warga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Minggu (7/12) malam

Curah Hujan masih Tinggi di Utara, Rob Meluas di Selatan 

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Cuaca ekstrem di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus berlangsung.  Hujan deras dan angin kencang, Senin siang  (8/12) mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, mengevakuasi sebatang pohon besar tumbang ke tengah Jalan Samekto, Kecamatan Baamang. Sejumlah pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, sampai turun langsung bersama timnya mengevakuasi pohon tersebut.

Sementara itu, cuaca ekstrem di wilayah utara  Kotim yang sempat memicu banjir di sejumlah desa, nampaknya masih berlangsung. Namun air yang menggenangi rumah warga mulai surut, Senin (8/12).

Sejumlah desa seperti di Kecamatan Tualan Hulu yaitu Desa Luwuk Sampun, Tumbang Mujam, Merah dan desa lainnya yang berada disekitar bantaran sungai yang sebelumnya terendam banjir dengan ketinggian 30-90 cm dilaporkan sudah surut.

"Semua desa yang terdampak banjir dan beberapa jalan desa yang sebelumnya sempat tidak bisa diakses kendaraan roda dua, sekarang sudah bisa dilewati. Air sudah surut, masyarakat sudah beraktovitas seperti semula," kata Situk Rustian, Camat Tualan Hulu.

Sementara itu, Camat Mentaya Hulu Muhammad Edison melaporkan dari 14 desa terdapat 10 desa yang terdampak banjir. Antara lain di Desa Tanjung Jariangau terdampak banjir 431 KK, Desa Bawan 15 KK, Tumbang Sapiri 2 KK, Tangkarobah 185 KK, Satiung 11 KK, Pahiranvan 45 KK, Tanjung Bantur 120 KK, Baampah 135 KK, Kawan Batu 135 KK dan Kelurahan Kuala Kuayan 310 KK.

Sedangkan, empat desa lainnya yaitu Desa Pemantang, Santilik, Tangar dan Desa Penda Durian hanya terdampak banjir disebagian titik dan tidak ada rumah warga yang terendam banjir.

"Hampir semua desa di Kecamatan Mentaya Hulu terdampak banjir, terutama yang tinggal di bantaran sungai, paling parah di Kelurahan Kuala Kuayan," ungkap Edison.

Namun demikian lanjutnya, intensitas hujan di Kecamatan Mentaya Hulu dan wilayah utara Kotim masih terus terjadi hampir setiap hari, umumnya pada sore hingga malam hari.

"Jalan poros Desa Tangkarobah masih terendam sekitar 15 cm. Untuk di Desa Tanjung Jariangau, Kuala kuayan mulai surut, daerah hilir yang masih terdampak banjir, beberapa titik jalan masih terendam banjir," paparnya.

Ke selatan Kotim, sebagian wilayah masih dilanda Banjir Ron, sejak Sabtu (6/12) malam. Seperti di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.

"Dari 14 desa di Kecamatan Pulau Hanaut hampir semua terdampak banjir terutama yang tinggal dibantaran sungai Mentaya," kata Fahrujiansyah, Camat Pulau Hanaut kepada Radar Sampit, Senin (8/12).

Banjir rob juga dialami di enam desa yang masuk wilayah Kecamatan Teluk Sampit dalam beberapa hari terakhir.

"Hampir semua desa terdampak banjir. Tetapi, Alhamdulillah tidak ada menimbulkan hal-hal yg tidak diinginkan. Kami hanya mengimbau bagi pengguna jalan yang ke arah Kuala Pembuang - Ujung Pandaran agar berhati-hati di jalan setelah sekitar Desa Ujung Pandaran, karena ada sebagian titik badan jalan yang masih terendam banjir rob," ungkap Rida Iswandi, Camat Teluk Sampit.

Diungkapkannya, air pasang tertinggi terjadi pada malam hari sekitar jam 22.00-24.00 malam. "Banjir rob saat air pasang tinggi biasanya naik sampai ke jalan sekitar 3 jam. Mulai Sabtu lalu ketinggian 5-25 cm," papar Rida.

Kondisi yang sama juga dialami warga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang juga dilanda banjir rob mulai Sabtu (6/12) malam hingga Senin (8/12) malam.

"Sampai dengan malam ini prediksinya pasang tertinggi. Warga disekitar bantaran Sungai Mentaya sudah kami imbau agar waspada, berhati-hati, amankan barang-barang ke tempat yang lebih aman dari genangan banjir," ujar Wahyudah, Camat Mentaya Hilir Selatan.

Ia menambahkan, dari 8 desa dan 2 kelurahan di wilayahnya, hampir semua terdampak banjir rob terutama di permukiman warga yang tinggal di bantaran Sungai. Seperti di Sei Ijum Raya, Sebamban, Basirilih Hilir, Samuda Kota, Handil Sohor, Jaya Karet.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat merilis data pasang surut air, yang menunjukkan adanya kenaikan signifikan permukaan air laut pada Selasa dini hari (9/12). Terutama pada rentang waktu malam hingga tengah malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan bahwa grafik prakiraan tersebut menunjukkan pasang air laut mencapai titik tertinggi pada pukul 21.00–24.00 WIB, dengan ketinggian mendekati 3,2 meter, jauh di atas mean sea level (MSL).

“Ini prakiraan pasang surut hari ini. Kalau dibandingkan dengan data kemarin, memang hari ini lebih tinggi. Dan kejadiannya terjadi di tengah malam,” pungkasnya.

BPBD juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan pada malam hari, mengingat grafik menunjukkan pasang puncak masih berlangsung hingga 15 Desember, terutama pada pukul 18.00–22.00 WIB.

“Waspada saja saat jam pasang tinggi. Kalau air naik cepat, segera lapor ke petugas atau pemerintah desa,” tandas Multazam.(hgn/oes/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Teluk Sampit #Mentaya Hulu #cuaca ekstrem #mentaya hilir selatan #tualan hulu #banjir rob #bpbd kotim