SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikabarkan mulai surut. Namun, wilayah selatan Kotim seperti di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit masih berlangsung hingg sepekan akibat banjir rob (banjir pesisir).
"Dari 14 desa di Kecamatan Pulau Hanaut hampir semua terdampak banjir terutama yang tinggal dibantaran sungai Mentaya," kata Fahrujiansyah, Camat Pulau Hanaut saat dikonfirmasi Radar Sampit, Senin (8/12).
Banjir rob juga dialami di enam desa yang masuk wilayah Kecamatan Teluk Sampit dalam beberapa hari terakhir.
"Hampir semua desa terdampak banjir. Tetapi, Alhamdulillah tidak ada menimbulkan hal-hal yg tidak diinginkan. Kami hanya mengimbau bagi pengguna jalan yang ke arah Kuala Pembuang - Ujung Pandaran agar berhati-hati di jalan setelah sekitar Desa Ujung Pandaran, karena ada sebagian titik badan jalan yang masih terendam banjir rob," kata Rida Iswandi, Camat Teluk Sampit.
Air pasang tertinggi terjadi pada malam hari sekitar jam 22.00-24.00 malam. "Banjir rob saat air pasang tinggi biasanya naik sampai ke jalan sekitar 3 jam. Mulai Sabtu lalu ketinggian 5-25 cm," katanya.
Kondisi yang sama juga dialami warga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang juga dilanda banjir rob mulai Jumat (6/12) malam hingga Senin (8/12) malam.
"Sampai dengan malam ini prediksinya pasang tertinggi. Warga disekitar bantaran Sungai Mentaya sudah kami imbau agar waspada, berhati-hati, amankan barang-barang ke tempat yang lebih aman dari genangan banjir," ujar Wahyudah, Camat Mentaya Hilir Selatan.
Warga di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sudah terbiasa menghadapi banjir ROB. Kondisi air pasang ini diprediksi berlangsung mulai 6-12 Desember 2025.
"Setiap memasuki bulan purnama, pasti banjir ROB. Jadi, ini bukan bencana yang harus dihebohkan. Karena, biasanya banjir berlangsung tidak lebih dari 7 hari. Warga yang tinggal di bantaran sungai sudah terbiasa dengan situasi ini, karena genangan banjir tidak lama. Hanya sekitar 2-3 jam, asalkan tidak diiringi hujan deras, air cepat saja surut," katannya.
Ketinggian genangan banjir bervariasi dikisaran 30-90 cm, bahkan pada titik tertentu yang merendam badan jalan, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua.
"Dari 8 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan MHS, hampir semua terdampak banjir rob terutama di permukiman warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di Sei Ijum Raya, Sebamban, Basirilih Hilir, Samuda Kota, Handil Sohor, Jaya Karet terdampak banjir rob," katanya.
Di wilayah utara Kotim, sejumlah desa juga dikabarkan mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir. Namun, sejumlah desa seperti di Kecamatan Tualan Hulu yaitu Desa Luwuk Sampun, Tumbang Mujam, Merah dan desa lainnya yang berada disekitar bantaran sungai yang sebelumnya terendam banjir dengan ketinggian 30-90 cm dilaporkan sudah surut.
"Semua desa yang terdampak banjir dan beberapa jalan desa yang sebelumnya sempat tidak bisa diakses kendaraan roda dua, sekarang sudah bisa dilewati. Air sudah surut, masyarakat sudah beraktovitas seperti semula," kata Situk Rustian, Camat Tualan Hulu.
Sementara itu, Camat Mentaya Hulu Muhammad Edison melaporkan dari 14 desa terdapat 10 desa yang terdampak banjir yaitu Desa Tanjung Jariangau terdampak banjir 431 KK, Desa Bawan 15 KK, Tumbang Sapiri 2 KK, Tangkarobah 185 KK, Satiung 11 KK, Pahiranvan 45 KK, Tanjung Bantur 120 KK, Baampah 135 KK, Kawan Batu 135 KK dan Kelurahan Kuala Kuayan 310 KK.
Sedangkan, empat desa lainnya yaitu Desa Pemantang, Santilik, Tangar dan Desa Penda Durian hanya terdampak banjir disebagian titik dan tidak ada rumah warga yang terendam banjir.
"Hampir semua desa di Kecamatan Mentaya Hulu terdampak banjir, terutama yang tinggal di bantaran sungai, paling parah di Kelurahan Kuala Kuayan," kata Edison.
Edison mengatakan bahwa intensitas curah hujan di Kecamatan Mentaya Hulu dan wilayah utara Kotim masih terus terjadi hampir setiap hari, umumnya pada sore hingga malam hari.
Semua desa hanya terdampak banjir, belum ada rumah yang terendam banjir, karena bangunan rumah warga seperti rumah panggung, hanya halaman pekarangan atau terasnya saja yang terendam," ujarnya.
"Jalan poros Desa Tangkarobah masih terendam sekitar 15 cm. Untuk di Desa Tanjung Jariangau, Kuala kuayan mulai surut, daerah hilir yang masih terdampak banjir, beberapa titik jalan masih terendam banjir," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko