SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Beberapa netizen di media sosial menyuarakan pemberhentian aktivitas pebabatan hutan oleh perusahaan besar swasta di wilayah Kecamatan Antang Kalang. Mereka khawatir bencana alam seperti di beberapa wilayah Indonesia, turut menerpa wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).
"Jangan rusak hutan yang menyerap air. Stop dulu buat sawit. Kita perlu juga cuaca stabil. Ini Kalimantan udah rusak hutannya sebagai paru-paru dunia agar tidak terjadi makin parah. Gerakan yang ada aja dulu. Jangan babat semua, nanti tidak ada lagi hutan yang buat iklim stabil. Memang susah kalau berhadapan dengan para manusia rakus. Semoga pemerintah daerah setempat dapat melestarikan hutan agar tidak bencana alam nantinya,"tulis pemilik akun Andre Shakadama dalam postingan media sosial Radar Sampit.
Serupa juga disampaikan warganet lainnya. Mendesak agar aktivitas penebangan hutan harus dihentikan oleh pemerintah daerah.
"Kita prihatin, semoga Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sepakat tidak memberikan izin membuka lahan baru. LSM dan lembaga yang anti perambahan hutan agar bersatu menyuarakan tentang kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. Aturan hukumnya ditegakkan tanpa kompromi,” tulis akun Muhammad Yusransyah.
Tidak sedikit juga kritikan tajam kepada para pemangku kebijakan di daerah. Bahkan mereka mengingatkan kasus bencana alam yang dahsyat seperti di Sumatera dan Aceh. " Jangan sampai seperti Sumatera, sudah terkena dampak baru pelaku dicari. Harusnya berbenah diri menghadapi bencana/mencegah. Jangan menebali dompet pejabat terus,"kata pemilik akun Vivi.
Warg net lainnya juga mengungkapkan aktivitas pembabatan kayu hutan di wilayah hulu Kotim sampai ke Katingan. Kayu-kayu yang ditebang itu dibawa keluar melalui Kabupaten Katingan.
"Lahan yagg dibabat diambil kayunya di hulunya Antang Kalang wilayah Tumbang Rame diangkut ke arah Sesa Tumbang Labaning. Dirakit diturunkan melalui Sei Katingan sampai Tumbang Dakei, lalu diangkut lewat darat lintas HPH asmpai Tumbang Manggu. Proses sawmil sarana lengkap (tronton,exsafator,doser,fuso ala pemegang hph saja),"ujar akun Edy Kusmiran.
Desakan kepada pemerintah untuk bertindak juga disuarakan. "Itu harus segera dihentikan, kerakusan oknum-oknum yang berduit membabat hutan diperuntukan untuk kebun sawit. Hutan yang seharusnya dilindungi bukan dimusnahkan berhektar hektare. Lambat atau cepat berdampak banjir dan bencana,"tulis akun Inne Lis.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama