Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tim Gabungan Empat Hari Mengasah Nyali di Ketinggian

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 5 Desember 2025 | 05:00 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau menggelar pelatihan High Angle Rescue Technique (HART) 2–5 Desember 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau menggelar pelatihan High Angle Rescue Technique (HART) 2–5 Desember 2025.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Di tengah ancaman bencana yang bisa datang tanpa aba-aba,  tim penyelamat profesional menjadi garis pertahanan pertama penyelamatan jiwa. Ancaman bisa berupa banjir, longsor, kebakaran hutan, atau insiden lainnya. 

Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan itu terasa kuat di Kabupaten Lamandau ketika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar pelatihan High Angle Rescue Technique (HART) selama empat hari, 2–5 Desember 2025.

Pagi pertama pelatihan, suasana halaman latihan BPBD Lamandau tampak berbeda. Tumpukan tali statis, helm, carabiner, hingga perangkat turun-naik tebing tertata rapi. Di tengahnya, para peserta sebanyak 30 orang dari BPBD, TNI, Polri, serta perwakilan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, berdiri dalam barisan, menunggu arahan.

Mereka bukan sekadar mengikuti pelatihan teknis; mereka sedang menyiapkan diri menjadi penolong pertama ketika bencana mengancam dari ketinggian. 

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Hendikel mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi modal krusial bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menghadapi situasi darurat.

“Pelatihan HART membekali personel dengan keterampilan dan kesiapan fisik untuk melakukan penyelamatan secara aman di area vertical seperti gedung, tebing, atau menara, yang sering menyulitkan proses evakuasi saat bencana,” ujarnya.

Selama empat hari, peserta digembleng tujuh materi utama yang disampaikan oleh instruktur berpengalaman dari Basarnas Provinsi Kalimantan Tengah. Mulai dari teknik penggunaan tali, sistem katrol penyelamatan, hingga simulasi evakuasi di tempat tinggi, semua dilakukan langsung di lapangan, memacu adrenalin sekaligus menguji keberanian.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, yang menekankan bahwa bencana kini semakin kompleks dan tidak bisa hanya dibebankan pada satu lembaga.

“Bencana adalah urusan semua pihak, everybody’s business. Karena itu, pengembangan kapasitas TRC melalui pelatihan ini penting untuk meningkatkan koordinasi dan respons,” tegasnya.

Ia berharap para peserta memahami potensi bencana sekaligus mampu mengambil tindakan cepat, tepat, dan antisipatif. Tidak hanya itu, Abdul Hamid juga menyoroti pentingnya kemampuan evakuasi di tempat berisiko tinggi seperti rumah sakit, gedung bertingkat, perkantoran, hingga lokasi wisata.
“Hasil dari program ini akan mempertajam intuisi kita tentang apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ucapnya.

Meski bencana tidak dapat dicegah sepenuhnya, pemerintah, katanya, telah menyiapkan fasilitas dan alat pendukung lengkap agar para personel siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.

Harapannya sederhana namun vital: setiap peserta pulang dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menyelamatkan nyawa di situasi paling genting.

Di antara tali yang terulur dan suara komando instruktur, pelatihan HART tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi simbol komitmen Lamandau untuk tidak tinggal diam menghadapi risiko bencana, melainkan naik ke ketinggian, berjibaku, dan bersiap menyelamatkan siapa pun yang membutuhkan.

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
#bpbd #lamandau #latihan