PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Tim identifikasi Polres Kobar dan Polsek Arut Selatan, melakukan penyelidikan atas ledakan boiler (Ketel Vulkanisir) yang terjadi Kamis (27/11) di Jalan Natai Suka, RT 21, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Pangkalan Bun).
Ledakan ketel Vulkanisir pada pukul 15.30 WIB itu, selain menghancurkan atap dapur bengkel Vulkanisir Cahaya Baru, juga menyebabkan 1 tiang jaringan telekomunikasi tumbang. Selain itu beberapa atap rumah warga yang mengalami kerusakan.
Ledakan yang menggetarkan rumah-rumah di sekitarnya itu, membuat ketel vulkanisir terpelanting ke udara dan mendarat di atap rumah atas nama Surotun di Jalan Matnoor, Gang Pembulinan, RT 19, RW 007, Kelurahan Baru yang berjarak 70 meter dari lokasi kejadian.
Sementara Suraton, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, lantaran mengalami shock (kaget) ketika ketel vulkanisir dengan berat ratusan kilogram itu menghantam atap rumahnya.
Guna penyelidikan, Polsek Arut Selatan bersama tim identifikasi Polres Kobar memasang garis polisi di lokasi kejadian.Diketahui, ketika peristiwa terjadi pemilik bengkel sedang berada di luar kota.
Kapolsek Arut Selatan AKP Ratno mengungkapkan, sebelum ledakan terjadi dua orang karyawan bengkel vulkanisir bernama Fajar Unggung dan Aji Supratman sedang bekerja memasang ban yang akan divulkanisir.
"Pada saat akan mengganti ban dalam, Aji Supratman mengalami kesulitan karena pelek pada alat cetakan vulkanisir sulit dilepas," ungkapnya.
Kemudian, karena sulit melepasnya, Aji menutup kran uap menuju alat yang bermasalah tersebut, namun fatal akibatnya. Ketika ditutup tidak berapa lama terdengar ledakan keras, seperti ban mobil pecah.
Mendengar ledakan dari arah belakang tempat ketel vulkanisir berada, Fajar Unggung melihat ke belakang dan melihat boiler atau ketel vulkanisir tidak berada ditempatnya lagi.
"Kemudian dilakukan pencarian di mana jatuhnya ketel vulkanisir tersebut, dan kemudian ditemukan di Gang Pembulinan yang lokasinya berada di belakang bengkel vulkanisir," beber kapolsek.
Atas peristiwa tersebut, bagian belakang bengkel tempat ketel vulkanisir mengalami kerusakan berat. Satu tiang telekomunikasi tumbang, dan atap rumah Surotun rusak, dan pemilik rumah dilarikan ke rumah sakit. "Kerugian akibat insiden tersebut mencapai empat puluh juta rupiah," tandas Ratno.
Informasi dihimpun, pemilik bengkel vulkanisir Cahaya Baru, Sutrisno yang semula berada di luar kota langsung kembali ke Pangkalan Bun, dan seluruh kerugian ditanggungnya. Begitu pula dengan biaya perawatan di rumah sakit bagi Surotun. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama