Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemancing Ikan di Desa Basirih Hilir 'Strike' Anak Buaya. Dikhawatirkan Ada Induknya

Usay Nor Rahmad • Kamis, 27 November 2025 | 09:30 WIB

Anak buaya yang  tersangkut kail pancing, kemudian dilepaskan lagi ke sungai oleh warga Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu (26/11).
Anak buaya yang tersangkut kail pancing, kemudian dilepaskan lagi ke sungai oleh warga Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu (26/11).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, tak sengaja menemukan seekor anak buaya yang tersangkut pada mata kail saat memancing di Sungai Mentaya.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/11/2025). Seorang warga yang sedang memancing merasakan tarikan kuat. Ia mengira umpannya disambar ikan besar, namun saat ditarik ke permukaan ternyata seekor anak buaya yang tersangkut mata kailnya.

Tak ingin mengambil risiko, warga tersebut buru-buru melepaskan anak buaya itu kembali ke sungai. Mereka khawatir induk buaya muncul dan membahayakan warga sekitar.

“Sudah dirilis. Takut induknya datang,” ujar Bahtiar, warga setempat yang mengetahui kejadian itu.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dan rekaman video dari warga terkait penemuan tersebut.

“Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di Sungai Mentaya, Cempaga, dan sungai-sungai lainnya, terutama di malam hari,” tegas Muriansyah, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Breaking News! Buaya Muncul di Perairan Pantai Ujung Pandaran. Sehari Sebelumnya di Sungai Cempaga

Ia juga mengingatkan warga yang memelihara ternak di belakang rumah agar lebih waspada. Menurutnya, beberapa kasus serangan buaya terjadi karena ternak berada terlalu dekat dengan bantaran sungai dan menarik perhatian satwa liar tersebut.

Selain itu, Muriansyah menyebutkan adanya kepercayaan masyarakat yang berkembang selama ini.

“Ini termasuk kepercayaan masyarakat kita. Ada yang percaya, kalau menangkap anak buaya, maka buaya-buaya lain akan berdatangan ke lokasi tersebut,” jelasnya.

BKSDA meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat Sungai Mentaya kini merupakan habitat alami buaya muara yang populasinya masih cukup banyak di wilayah itu. (oes)

Editor : Agus Jaka Purnama
#anak buaya #basirih hulu #bksda #kail pancing #mentaya hilir selatan #Kabupaten Kotawaringin Timur