SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Setelah tiga hari pencarian tanpa hasil, korban serangan buaya di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya ditemukan, Senin siang (24/11/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, membenarkan temuan tersebut. “Tim lapangan menyatakan terkonfirmasi telah ditemukan,” ujarnya singkat.
Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian intensif yang dilakukan sejak Sabtu subuh, ketika Muhran (warga RT 04 RW 02 Desa Satiruk) diterkam buaya saat mencari undang ebi di Sungai Rangkang. Selama tiga hari terakhir, tim gabungan terus menyisir sungai dan area pesisir yang diduga menjadi jalur buaya membawa korban.
Sebelumnya, pencarian pada Senin pagi masih dilaporkan nihil. Tim gabungan bergerak menggunakan RIB SAR Sampit, perahu karet BPBD, serta unit Ditpolairud dan Pos AL. Mereka menyisir jalur air Sungai Rangkang yang dikenal sebagai habitat buaya.
Multazam sebelumnya menjelaskan bahwa medan sulit, kondisi air pasang surut, serta keterbatasan sinyal menghambat komunikasi tim di lapangan.
“Sejak pagi kami masuk ke Sungai Rangkang menggunakan RIB SAR Sampit. Penyisiran dilakukan ke titik-titik rawan. Pasang surut air juga menjadi kesulitan kami,” ungkapnya.
Muhran hilang pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB saat mencari undang ebi. Ia diterkam buaya secara tiba-tiba dan diseret ke arah laut. Dua rekannya, Erwin dan Kimi, menjadi saksi mata tetapi tidak mampu menolong karena kondisi masih gelap.
Operasi pencarian melibatkan, Pos SAR Sampit, BPBD Kabupaten Kotim, Ditpolairud, Pos AL Sampit, Kecamatan Pulau Hanaut, Polsek Pulau Hanaut, Pemerintah Desa Satiruk.
Hingga berita ini diterbitkan, tim masih berada di lapangan untuk proses evakuasi dan identifikasi korban. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama