SAMPIT,radarsampit.jawapos.com – Upaya pencarian terhadap Muhran, warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang hilang setelah diterkam buaya, memasuki hari ketiga, Senin (24/11/2025). Hingga kini, korban belum ditemukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan bahwa sejak pagi tim gabungan telah melanjutkan pencarian dengan menyusuri kawasan perairan sekitar lokasi kejadian.
“Pagi ini, tim masuk ke Sungai Rangkang menggunakan alut RIB SAR Sampit. Pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar pantai menggunakan perahu karet BPBD. Namun sampai saat ini korban belum ditemukan,” jelas Multazam.
Ia menambahkan, keterlambatan informasi dari lapangan disebabkan oleh kondisi jaringan komunikasi di wilayah tersebut yang sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu kendala tim dalam pencarian.
Seperti diketahui, peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Muhran tengah mencari undang ebi (udang kecil) di Sungai Rangkang, berjarak sekitar 30 menit dari Desa Satiruk.
Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan langsung menerkam Muhran. Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun kondisi yang masih gelap membuat kedua rekannya Erwin dan Kimi tidak mampu menolong. Buaya dengan cepat menarik korban menuju area laut dan menghilang di kegelapan.
Kedua saksi kemudian segera kembali ke kampung untuk melapor kepada warga dan pemerintah desa
Saat ini pencarian melibatkan, Pos SAR Sampit, BPBD Kabupaten Kotim, Ditpolairud, Pos AL Sampit,, pihak Kecamatan Pulau Hanaut, Polsek Pulau Hanaut, dan Pemerintah Desa Satiruk.
Tim gabungan masih terus melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran sungai, pantai, dan wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
"Ini pencarian dilakukan masuk ke daerah lokasi kejadian (Sungai Rangkang). Pasang surut air juga menjadi kesulitan kami saat ini," pungkas Multazam. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama