Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati Kotim Apresiasi Guru yang Bertugas dengan Keterbatasan

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 24 November 2025 | 07:20 WIB
HARI GURU: Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 dan HUT PGRI ke-80 di Stadion 29 November Sampit, Sabtu (22/11).
HARI GURU: Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 dan HUT PGRI ke-80 di Stadion 29 November Sampit, Sabtu (22/11).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Momentum peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion 29 November Sampit, Sabtu (22/11), menjadi ajang refleksi peran dan pengabdian guru di Kotawaringin Timur (Kotim).

Upacara berlangsung khidmat dengan keikutsertaan ribuan guru dari berbagai seluruh kecamatan di wilayah ini.

Bupati Kotim Halikinnor yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak terlepas dari peran guru.

Ia mengapresiasi ketulusan dan komitmen pendidik di Kotim yang sering kali bekerja dalam keterbatasan.

”Masih banyak guru yang bertugas jauh dari pusat layanan, fasilitas minim, bahkan harus meninggalkan keluarga untuk waktu yang tidak sebentar. Namun, mereka tetap menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, realitas tersebut menunjukkan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan pengabdian.

Halikinnor juga meyinggung peran PGRI sebagai organisasi profesi.

Dia berharap PGRI tidak hanya berdiri sebagai simbol identitas guru, tetapi benar-benar hadir dalam memperjuangkan peningkatan kualitas, perlindungan hukum, dan kesejahteraan pendidik.

”PGRI harus menjadi ruang perjuangan sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Halikinnor menekankan, guru memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Selain menyampaikan ilmu, guru juga diharapkan menjadi teladan nilai-nilai integritas dan etika.

Menurutnya, ada tiga fokus yang perlu terus diperjuangkan bersama, yakni peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan transformasi pembelajaran, perlindungan profesi agar guru dapat bekerja dengan aman, serta perhatian pada kesejahteraan, khususnya guru honorer.

”Pendidikan menjadi fondasi kemajuan daerah. Pemerintah akan terus bersinergi dengan PGRI untuk memperkuat dunia pendidikan di kabupaten ini,” tegasnya.

Upacara peringatan berlangsung lancar. Acara diakhiri dengan pemotongan kue dan foto bersama, sekaligus melepas kontingen Kotim mengikuti Porsenijar di Bandung oleh Bupati Kotim Halikinnor. (yn/ign)

Editor : Gunawan.
#pendidikan #bupati kotim #guru