Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pagi Mencekam Di Sungai Rangkang, Pencari Udang Hilang Diterkam Buaya

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 22 November 2025 | 11:57 WIB
Oyan, warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, yang diduga diserang buaya. Tampak warga berkumpul di pantai dan melakukan pencarian, Sabtu (22/11 /2025)
Oyan, warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, yang diduga diserang buaya. Tampak warga berkumpul di pantai dan melakukan pencarian, Sabtu (22/11 /2025)


SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana hening dini hari di Pulau Hanaut berubah mencekam ketika seorang warga bernama Muhran, yang akrab disapa Oyan, diduga diterkam buaya saat mencari udang di Sungai Rangkang, Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kabar tersebut dikonfirmasi Kepala Pos BKSDA Resort Sampit Muriansyah, yang menerima laporan awal dari warga dan pihak perusahaan sekitar lokasi.

“Ya kami ada mendapat kabar ada warga Desa Setiruk Kecamatan Pulau Hanaut diterkam buaya,” ujarnya.

Peristiwa bermula ketika Muhran turun ke sungai untuk mencari undang ebi bersama dua rekannya, Erwin dan Kimi.

Situasi masih gelap saat mereka menyusuri aliran sungai. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dari permukaan air dan langsung menerkam tubuh Muhran.

Korban sempat menjerit keras meminta tolong teriakan yang terdengar jelas oleh kedua saksi. Namun dalam hitungan detik, buaya menyeret tubuh Muhran ke arah laut, menghilang dalam kegelapan.

“Kami tidak bisa menolong karena masih gelap. Buaya langsung menariknya jauh,” ujar salah satu saksi kepada warga saat melapor.

Informasi pertama yang beredar menyebut seorang kakek bernama Oyan hilang saat menyongkor.

Warga Desa Satiruk bersama aparat desa langsung menyusuri aliran sungai dan pesisir sejak subuh.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim pencari merencanakan perluasan area penyisiran hingga ke muara, mengingat buaya menyeret korban ke arah laut.

Kawasan Sungai Rangkang dan Satiruk Laut selama ini dikenal sebagai habitat buaya muara. Beberapa insiden serupa pernah terjadi, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Tim BKSDA dijadwalkan turun membantu pemantauan serta mitigasi konflik satwa di area rawan. Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Pulau Hanaut #diterkam buaya #Sungai rangkang #nelayan #pencari udang tewas tenggelam