SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Pulau Hanaut kembali dibuat waswas setelah seorang kakek bernama Muhran alias Oyan hilang saat mencari udang di perairan Satiruk Laut, Sabtu dini hari (22/11/2025 ).
Hilangnya pria lanjut usia itu memperkuat kekhawatiran warga terkait meningkatnya aktivitas buaya di kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Oyan turun ke air seperti biasanya untuk menyongkor (menangkap undang dengan menggunakan tanggul) udang, sementara cucunya menunggu tidak jauh dari lokasi. Namun tak lama kemudian, cucunya melihat adanya gerakan air yang tidak biasa.
“Cucunya melihat beriak di dalam air. Setelah itu, kakeknya tidak muncul lagi,” ujar Wuri Mandasari, warga setempat.
Di lokasi kejadian, warga hanya menemukan alat songkor milik korban. Dugaan kuat langsung mengarah pada serangan buaya, mengingat kawasan Satiruk Laut sudah lama dikenal sebagai habitat reptil tersebut. Beberapa insiden sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah yang sama.
Sejak subuh, warga bersama aparat desa telah melakukan pencarian menyusuri aliran perairan. Namun hingga siang ini, keberadaan Oyan masih belum diketahui.
Tim pencari berencana memperluas area penyisiran dan melibatkan dinas terkait untuk membantu operasi pencarian.
Warga Pulau Hanaut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sungai pada malam hingga dini hari.
Pihak desa mengimbau masyarakat untuk tidak menyongkor atau berperahu sendirian, mengingat buaya kerap muncul tiba-tiba di area perairan dangkal.
“Ini bukan kejadian pertama. Kami minta warga lebih berhati-hati,” kata salah satu perangkat desa.
Upaya pencarian masih terus berlangsung dan akan dilanjutkan hingga korban ditemukan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko