Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cloudflare Terancam Diblokir Komdigi! Indonesia Bisa Gelap-Gelapan di Internet Lebih Lama

Slamet Harmoko • Jumat, 21 November 2025 | 18:09 WIB
Gangguan pada layanan Cloudflare yang terjadi pada Selasa (18/11/2025)
Gangguan pada layanan Cloudflare yang terjadi pada Selasa (18/11/2025)

Radarsampit.jawapos.com - Sekitar Selasa malam (18/11), seluruh dunia ramai-ramai mengeluh karena hampir seluruh situs internet dan media sosial, termasuk Canva, X dan ChatGPT, tidak dapat diakses.

Nampaknya kedepannya, masyarakat Indonesia berpotensi melanjutkan keluhan untuk jangka waktu panjang.

Sebelumnya pada Selasa malam, layanan jaringan Cloudflare mengalami gangguan yang menghentikan lau lintas data internet.

Karena sebagian besar website dan aplikasi berbasis internet mengandalkan layanan tersebut, hal ini berarti hampir seluruh jagad maya gelap gulita dan tidak bisa diakses hingga Rabu pagi (19/11).

Semula, diduga ada tindak peretasan yang berhasil menembus jaringan milik perusahaan yang terkenal dengan alamat domain 1.1.1.1 tersebut.

Namun ternyata, sebagaimana diungkap oleh Cloudflare sendiri pada Rabu siang, mereka tersandung sistem manajemen otomatis milik mereka sendiri saat melakukan pemeliharaan jaringan.

“Masalah ini tidak disebabkan oleh serangan siber, melainkan akibat perubahan pada penanda perizinan dalam basis kami yang menyebabkan masuknya banyak data baru ke dalam file yang digunakan oleh sistem manajemen kami. Akibatnya, file tersebut mengalami pembengkakan ukuran yang tidak dapat diantisipasi oleh sistem manajemen tersebut, sehingga sistem mengalami kerusakan,” bunyi pernyataan resmi Cloudflare.

Saat ini layanan Cloudflare sudah dapat digunakan kembali seperti sedia kala, namun kini ada halangan kedua yang dapat memengaruhi jagad maya Indonesia.

Pasalnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengirimkan peringatan berlapis untuk perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Yang pertama, hingga saat ini Cloudflare belum mendaftarkan diri dalam daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang diakui Komdigi.

Tidak hanya Cloudflare, banyak layanan dan website yang diberi peringatan serupa, seperti ChatGPT, Terabox, Dropbox, lembaga bimbingan belajar English First (EF) dan Duolingo, bahkan situs sumber daya umum seperti Wikipedia dan Shutterstock.

Namun secara spesifik untuk Cloudflare, Komdigi juga melayangkan tudingan bahwa Cloudflare menjadi wadah infrastruktur untuk membangun situs judi online (judol).

Klaim Komdigi, dari 10 ribu situs judol yang dijadikan sampel, lebih dari tiga perempatnya atau 76 persen berbasis Cloudflare, termasuk untuk penyamaran alamat IP dan pergantian domain untuk menyelipkan diri dari pemblokiran pemerintah.

“Pendaftaran PSE tidak hanya bersifat administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan kedaulatan digital Indonesia serta melindungi masyarakat dalam ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab. Tanpa status PSE yang sah, koordinasi dan penegakan terhadap konten terlarang seperti judol jadi lebih sulit dilakukan,” jelas Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar dalam pernyataan resmi kementerian pada Rabu.

Alex sendiri juga mengaku telah mencantumkan persoalan situs judol tersebut pada surat yang dikirimkan pada perusahaan pada Senin (17/11).

Selain itu, sama seperti 24 situs lain yang belum mendaftar PSE, Cloudflare diberi waktu dua minggu untuk mendaftar, dan Komdigi juga melayani diskusi langsung mengenai dua persoalan tersebut.

“Jika sebuah platform mengabaikan notifikasi dan tetap tidak melakukan pendaftaran, maka sanksi administratif hingga pemutusan akses dapat diterapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kami terbuka dan selalu siap untuk kerja sama, tapi kepatuhan kepada peraturan dan undang-undang tetap jadi garis merah,” tambah Alex.

Tentu, jika Cloudflare pada akhirnya tidak masuk dalam daftar PSE, berbagai situs dan aplikasi di Indonesia terpaksa bakal hijrah menggunakan platfrom layanan lain.

Karena proses tersebut tidak bisa dilakukan secara serta-merta, kemungkinan besar layanan internet Indonesia mengalami gangguan dalam proses peralihan tersebut. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Cloudflare #komdigi blokir cloudflare