Radarsampit.jawapos.com – Dunia pendidikan tinggi Indonesia berduka atas meninggalnya Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.
Levi ditemukan tak bernyawa tanpa busana di sebuah kamar hotel di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11).
Peristiwa ini sontak menyita perhatian publik setelah diketahui bahwa seorang perwira polisi berpangkat AKBP berada di lokasi saat jenazah ditemukan.
Polisi tersebut, AKBP Basuki (56), Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng, tercatat sebagai saksi utama di tempat kejadian perkara.
Profil Akademis Singkat Dwinanda Linchia Levi
Nama Dwinanda Linchia Levi atau Levi langsung menjadi sorotan usai kabar meninggalnya tersebar. Levi dikenal sebagai akademisi muda yang aktif dalam penelitian hukum.
Perempuan kelahiran Banyumas ini menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (Undip) pada 2015–2019, setelah sebelumnya meraih Magister Ilmu Hukum di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Meski mengajar di Semarang, Levi diketahui tinggal di Purwokerto. Melalui akun Instagram @nandalinchialevi, ia kerap membagikan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan akademisnya.
Berdasarkan catatan Google Scholar, Levi aktif menerbitkan jurnal ilmiah pada periode 2022–2024.
Produktivitasnya di bidang riset membuatnya dikenal sebagai dosen muda dengan masa depan cerah.
Biodata Dwinanda Linchia Levi
Nama Lengkap: Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani
Nama Panggilan: Levi
Usia: 35 tahun
Asal/Tempat Tinggal: Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah
Status: Belum menikah
Instagram: @nandalinchialevi (mode privat)
Profesi: Dosen Ilmu Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang
Hingga kini, penyelidikan penyebab kematian Levi masih berlangsung. Polisi belum memberikan keterangan detail mengenai hasil autopsi maupun dugaan motif di balik peristiwa yang memicu tanda tanya publik ini. (*)
Editor : Slamet Harmoko