Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dicurigai Meninggal Tak Wajar, Makam Pemanen Sawit Dibongkar

Syamsudin Danuri • Selasa, 18 November 2025 | 22:20 WIB
Proses otopsi jenazah di TPU Desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng, baru-baru tadi (16/11).
Proses otopsi jenazah di TPU Desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng, baru-baru tadi (16/11).

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Sebuah makam atas nama mendiang Evon, seorang karyawan salah satu perusahaan besar swasta (PBS) sawit di Desa Natai Kerbau Kecamatan Pangkalan Banteng, dibongkar pada Minggu (16/11) untuk kepentingan otopsi.

Pembongkaran dilakukan karena muncul dugaan bahwa pria itu meninggal bukan karena sebab alami. Melainkan ada indikasi akibat kekerasan, sehingga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan forensik.

Otopsi dilakukan langsung oleh spesialis forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Erianto, Sp.F. Ia menjelaskan, tindakan otopsi perlu dilakukan mengingat proses kematian pria itu diduga tidak wajar.

 “Pemeriksaan mulai dari kepala, leher hingga bagian perut. Ini sesuai dengan prosedur dan standar keilmuan forensik yang berlaku. Untuk wilayah Pangkalan Banteng, otopsi eksumasi seperti ini baru pertama kali kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Erianto, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan karena telah dikubur lebih dari lima hari. Meski demikian, proses otopsi tetap dapat dilakukan untuk melihat tanda-tanda pasti penyebab kematian.

Ditegaskannya, hasil akhir pemeriksaan, sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian, yang nantinya memiliki kewenangan untuk menyampaikan perkembangan proses hukumnya. Erianto juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika diperlukan otopsi demi kepentingan hukum.

“Kami pastikan proses otopsi dilakukan secara profesional dan tidak ada yang bisa ditutupi. Apapun penyebab kematian, akan terlihat jelas ketika dilakukan pemeriksaan,” ungkap Erianto.

Menurutnya, kegiatan eksumasi ini juga menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar memahami prosedur dan kepentingan otopsi dalam mengungkap sebuah kasus.

Sementara itu, pembongkaran makam berlangsung dengan pendampingan Kapolsek Pangkalan Banteng, tim identifikasi Polres Kotawaringin Barat, pihak perusahaan, serta beberapa warga yang turut membantu proses penggalian.

Sterilisasi lokasi telah dilakukan sejak malam sebelumnya untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses otopsi.

Pihak kepolisian kini menunggu laporan lengkap dari tim forensik untuk melanjutkan proses penyelidikan dan memastikan apakah ada unsur tindak pidana dalam kematian seorang pemanen sawit itu. Dengan temuan otopsi ini, diharapkan misteri kematian korban dapat terungkap secara terang benderang. (sam/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#makam dibongkar #Kecamatan Pangkalan Banteng #natai kerbau #otopsi #pemanen sawit #RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun #kotawaringin barat #meninggal tak wajar #forensik #Pangkalan Bun