SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Usai sudah perjalanan Rahmad Ramdhoni (40), wargaKecamatan Mentawa Baru Ketapang, sebagai pelaku penganiaya pengurus Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya, Kecamatan Baamang, Sampit, akhirnya dibekuk petugas Polsek Baamang, Senin (17/11) pagi.
Saat ditangkap polisi berhasil mengamankan sejumlah barang untuk aksi kejahatan pelaku. Seperti senjata tajam (sajam) jenis parang yang sebelumnya digunakannya untuk mengancam penghuni panti.
Kapolsek Baamang AKP M Romadhon membenarkan tentang penangkapan tersebut. Menurutnya, satu orang pelaku sudah dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Penangkapan ini bermula saat pelaku ini kembali mendatangi lokasi kejadian. Karena pengurus panti ketakutan, mereka menghubungi petugas hingga kami langsung menuju ke lokasi,"ujarnya.
Saat petugas tiba di lokasi, pelaku sedang berkeliaran sehingga langsung bisa disergap. Isak tangis penghuni Panti Asuhan pun seketika pecah saat pelaku digiring petugas. Pengurus serta para penghuni merasa bahagia karena orang yang selama ini membuat mereka ketakutan, akhirnya berhasil diamankan.
"Dari pengakuan pelaku, dia kembali ke panti untuk mengambil baju. Namun, saat kami amankan dia kedapatan membawa senjata tajam jenis parang dengan panjang 22 sentimeter," beber M Romadhon.
Mantan Kasatlantas Polres Lamandau ini menegaskan, pelaku terbukti melalukan penganiayaan terhadap pengurus Panti Asuhan Annida Qolbu yakni Sri Rahoni. Korban sampai mengalami luka memar dibagian pipi sebelah kanan hingga muntah-muntah.
Selanjutnya, mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rahmad disangkakan Pasal 351 KUHPidana Tentang Penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara.
Sementara itu, penghuni Panti Asuhan Annida Qolbu akhirnya merasa lega bisa tidur dengan nyenyak, setelah pelaku penganiayaan itu dibekuk.
"Setiap malam kami salat hajat berdoa agar pelaku bisa cepat ditangkap. Alhamdulillah, malam ini kami bisa tidur dengan tenang, tidak lagi was-was,” ungkap Sunarti, Pengurus Panti Asuhan Annida Qolbu, Senin (17/11).
Menurutnya, pelaku penganiayaan itu kembali datang ke panti sekitar jam 10.20 WIB, (17/11). Sempat sembunyi di toilet SD komplek panti. “Kami langsung kabari polisi, sekitar 15 menit polisi langsung datang menangkapnya,” sebut Sunarti.
Pelaku rupanya sudah menjadi buronan polisi, sejak pengurus Panti Asuhan Annida Qolbu melaporkan kejadian pemukulan terhadap Ketua Panti Asuhan Annida Qolbu Sri Rohani, Kamis (13/11) siang.
Sri Rohani selaku korban sampai dilarikan ke IGD karena mengalami pendarahan di hidung dan muntah darah. Hasil pemeriksaan rontgen, korban mengalami keretakan pada bagian rahang sebelah kanan dan pipi hingga mata mengalami luka lebam akibat dipukul pelaku.
"Selama seminggu ini kami tidak bisa tenang tidur. Selalu berdoa agar dia segera ditangkap. Karena, sudah sangat meresahkan dan mengancam nyawa kami," tukas Sunarti.
Selama proses pencarian, pelaku sempat ditemukan anak panti di Jalan Ahmad Yani, pada Sabtu (15/11) malam.
"Sabtu malam sekitar Magrib, anak panti melihat pelaku memasuki rumah kosong di gang dekat Puskesmas Ketapang I. Dia juga sempat makan pentol di depan Alfarmart, setelah diintai ke rumah itu ternyata pelaku sudah pergi," beber Sunarti.
Tak lama setelah Isya, ada anak panti juga menemukan pelaku di Jalan Baamang I dekat RM Nasi Kuning Tawakkal.
"Melihat anak panti, Rahmad sempat mengancam pakai parang, mengalami luka kecil, setelah membacok tiga kali. Rahmad kabur malam itu,"pungkas Sunarti.(sir/hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama