SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pencarian terhadap Masliun (83), warga Kuala Kuayan yang dua hari terakhir dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Mentaya, akhirnya berakhir.
Tim gabungan bersama warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Multazam, membenarkan kabar penemuan tersebut.
Korban ditemukan oleh warga setempat dalam posisi mengapung di sungai, berjarak sekitar 500 meter dari titik awal diduga tenggelam.
“Korban sudah ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB. Jarak penemuan dari lokasi kejadian kurang lebih 500 meter. Titik koordinat penemuan 1°57'45.4" S – 112°30'24.5" E,” jelas Multazam.
Setelah ditemukan, warga bersama tim segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhumah akan dimakamkan pada hari yang sama.
Pencarian Masliun melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kotim, Basarnas, pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kelurahan, serta masyarakat Kuala Kuayan. Tim melakukan penyisiran intensif sejak Sabtu (15/11/2025), dibantu warga yang mengenal kondisi aliran sungai dengan baik.
Sebelumnya, suasana Kuala Kuayan sempat dipenuhi kecemasan. Masliun yang kondisi fisiknya melemah dan hanya bisa bergerak dengan cara ngesot dilaporkan hilang setelah pakaian dan jejak tubuhnya ditemukan di tangga tepi sungai. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa ia terjatuh dan terseret arus Sungai Mentaya.
Warga menyambut kabar penemuan ini dengan perasaan lega, meski duka masih menyelimuti kampung. Banyak yang mengenal Masliun sebagai sosok ramah dan sederhana.
“Penemuan ini menjadi akhir dari upaya yang dilakukan bersama. Seluruh unsur telah bekerja maksimal,” ujar Multazam.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Pihak keluarga kini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman. (oes)
Editor : Slamet Harmoko