Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah yang berlaku mulai 9 hingga 11 November 2025.
Warga diimbau waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
BMKG menjelaskan, gangguan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini terpantau aktif di wilayah Indonesia.
Aktivitas tersebut memicu perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di langit Kalimantan Tengah, sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan.
“Kondisi ini diperkuat dengan kelembapan udara yang cukup tinggi dan labilitas atmosfer lokal yang kuat, yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem,” tulis BMKG diteruskan oleh BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Minggu (9/11/2025).
Daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai angin puting beliung.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, genangan air, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Warga diimbau terus memantau informasi cuaca terkini dan menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan disertai petir,” tulis BMKG.
Seperti diketahui baru-baru ini cuaca ekstrem dengan dampak signifikan terjadi Kalimantan Tengah. Seperti yang terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Palangka Raya.
Hujan disertai angin kencang kerap terjadi, mengakibatkan pohon hingga bangunan rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim Multazam mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih bisa terjadi hingga Februari 2026.
”Kami mengimbau warga berhati-hati, terutama di sekitar bangunan tinggi, baliho, serta pepohonan rindang yang berisiko tumbang saat angin kencang,” pungkas Multazam. (oes)
Editor : Slamet Harmoko