Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Investor Korea Siap Kembangkan Pertanian Modern di Kotim, Nilainya Triliunan Rupiah

Heny Pusnita • Jumat, 7 November 2025 | 11:25 WIB
KUNJUNGAN: Investor asal Korea didampingi Susilo saat berkunjung ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalteng.
KUNJUNGAN: Investor asal Korea didampingi Susilo saat berkunjung ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalteng.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bakal menjadi pusat pengembangan pertanian modern.

Investor asal Korea melalui PT Eco Farm Abadi menyatakan kesiapannya menanamkan modal besar di sektor pangan dengan nilai investasi mencapai Rp2 triliun.

”Perusahaan dari Korea saat ini sedang merencanakan investasi di Desa Hanaut di bidang pertanian modern,” kata Susilo, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotim, Rabu (5/11).

Susilo yang juga menjabat komisaris PT Eco Farm Abadi ini menyebut, lahan yang diajukan seluas 1.200 hektare.

Rencananya akan ditanami padi, jagung, kedelai, sorgum, dan tanaman pangan lainnya.

”Saya bersama investor asal Korea sudah survei ke lokasi dan Pak Bupati Kotim sudah merestui. Saat ini proses perizinan sedang berjalan. Insya Allah Januari 2026 mulai pelaksanaan, dan Maret 2026 dilakukan Feasibility Study (FS). Dalam waktu dekat, tenaga ahli dari PT Eco Farm Abadi akan turun untuk melakukan kajian teknis,” ujarnya.

Meski pembebasan lahan belum dimulai, Susilo memastikan rencana investasi berjalan lancar karena mendapat dukungan masyarakat.

”Kami sudah bertemu warga setempat. Mereka mendukung investasi pertanian, asalkan bukan perkebunan,” katanya.

Dia menegaskan, PT Eco Farm Abadi murni bergerak di bidang pertanian modern, bukan perkebunan.

”Sebagai pilot project akan dimulai 200 hektare dulu, lalu dikembangkan bertahap hingga 1.200 hektare. Ke depan juga akan dibangun pabrik dan pusat studi pertanian,” jelasnya.

Proyek ini disebut akan melibatkan tenaga kerja lokal dan membuka peluang kemitraan dengan masyarakat.

”Kami siapkan peralatan pertanian modern dan libatkan warga setempat. Hanya tenaga ahli yang dari Korea. Selain produksi sendiri, kami juga akan membeli hasil panen petani lokal,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, tim kajian teknis akan meneliti kondisi sulfur tanah untuk menentukan jenis tanaman paling cocok di Desa Hanaut.

”Kita lihat nanti hasil kajian teknis, tanaman apa yang paling sesuai di Hanaut, itu yang akan ditanam,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap daerah, Susilo menegaskan bahwa perusahaan modal asing itu akan tunduk pada regulasi lokal.

”PT Eco Farm Abadi berkantor di Sampit. Kami sudah sampaikan kepada direksi bahwa PMA wajib membuka rekening di Bank Kalteng. Semua data sudah disiapkan. Ini bukti keseriusan kami mendukung kemajuan Kotim dan pengembangan pertanian modern,” tegasnya. (hgn)

Editor : Gunawan.
#Pertanian Modern #investor korea #susilo #kotim